HomeNalar Politik

Nalar Politik

PAL-PINDAD-PTDI: Trinitas Industrialisasi RI?

Ketika tiga BUMN pertahanan Indonesia mencetak rekor laba di momen bersamaan, pertanyaannya bukan lagi soal alutsista — melainkan apakah Indonesia akhirnya menemukan jalan industrialisasinya sendiri. 

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

spot_imgspot_img

Djokosoetono’s & Family Taxi Empire Drama?

Di balik kejayaan taksi Blue Bird dan Gamya, tersimpan drama keluarga Djokosoetono yang mencerminkan konflik klasik dinasti bisnis Indonesia. Dari rivalitas saudara hingga strategi bertahan menghadapi disrupsi digital, kisah ini membuka tabir bagaimana warisan, politik, dan inovasi saling bertarung dalam sejarah transportasi nasional.

Kwik Kian Gie & Patriotisme Orba

Ekonom senior Kwik Kian Gie meninggal di usia 90 tahun. Kepergiannya jadi sorotan menarik eksistensi ekonom kritis produk era Orde Baru.

Bukan Ryu Kintaro, Ini ‘Perintis’ Nitisemito

Nitisemito bangun imperium kretek dan bantu perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Masih ingat siapa sosok 'perintis' Nitisemito?

Hasjim Ning: Dompet Berjalan Soekarno?

Hasjim Ning lahir pada 22 Agustus 1916 dan meninggal pada 26 Desember 1995, menjalani hidup selama hampir delapan dekade yang penuh dengan pencapaian luar biasa dalam dunia bisnis Indonesia.

Tahta dan “Kasta” Politisi +62?

Di balik gemerlap politik Indonesia, kiranya memantik interpretasi eksistensi “kasta” tak tertulis yang membentuk pola relasi dan dinamika politik saat ini. Karisma, trah, bisnis, militer, hingga loyalitas menjadi kombinasi penentu. Inilah era ketika tahta dan “kasta” dapat menentukan arah kekuasaan dan peta kebijakan.
spot_img

Latest

Diesel yang Padam, Neraca yang Menyala

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

More Stories