HomeNalar Politik

Nalar Politik

Rame “Ke-trigger” PDIP, PAN Chill

Mengapa PAN tetap santai saat partai-partai lain sibuk mengulik arah politik PDIP? Di balik sikap chill itu seakan tersimpan strategi besar, meliputi kohesi elite, jaringan kekuasaan yang terjaga, dan penguasaan atensi publik. Sebuah resep politik baru yang bisa menentukan siapa paling relevan menuju Pemilu 2029.

PAL-PINDAD-PTDI: Trinitas Industrialisasi RI?

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

spot_imgspot_img

Prabowo dan Jalan One Piece

Viralnya bendera One Piece tahun ini memicu reaksi dan perdebatan. Mungkinkah pemerintahan Prabowo bisa memanfaatkan semangat “nakama” ini?

The Spec Ops Statesman

Presiden Prabowo bukan sekadar mantan jenderal, ia adalah satu-satunya eks pasukan khusus tier-1 dunia yang sukses jadi kepala negara lewat pemilu demokratis. Penghargaan dari USSOCOM bukan cuma simbol, tapi pengakuan atas transformasi luar biasa dari prajurit ke negarawan sejati.

Air Mineral: ‘Bisnis Receh’ Para Konglo?

Bisnis air minum dalam kemasan tampak sepele, tapi nilainya bisa menyaingi tambang emas. Mengapa bisnis "receh" ini jadi rebutan konglomerat?

Politik “Buntut Kucing” Anies Baswedan?

Anies Baswedan kembali muncul di tengah isu nasional, kali ini lewat kunjungannya ke Tom Lembong pasca pemberian abolisi. Apakah ini sekadar simpati personal, atau bagian dari taktik "buntut kucing" untuk tetap relevan di panggung politik?

Glow-ish Anak Ideologis

Kabar promosi Sugiono sebagai Sekjen Partai Gerindra kiranya bukan sekadar rotasi elit, tapi simbol regenerasi ideologis yang dirancang sejak awal. Dari asisten Prabowo hingga Menteri Luar Negeri, Sugiono tampaknya adalah protégé sejati, anak ideologis yang menandai kesinambungan dan keseimbangan Partai Gerindra di masa mendatang.
spot_img

Latest

Rame “Ke-trigger” PDIP, PAN Chill

Diesel yang Padam, Neraca yang Menyala

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

More Stories