HomeNalar Politik

Nalar Politik

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

spot_imgspot_img

Kotak Pandora Kepala Daerah?

Kasus korupsi di daerah sering kali luput dari sorotan publik, padahal dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Regulasi seperti Permendagri No.77/2020 kini kembali jadi sorotan karena dinilai membuka celah lemahnya pengawasan anggaran daerah.

Teknonasionalisme Habibie Hingga Mobnas Prabowo

Selama puluhan tahun, Indonesia memiliki satu obsesi yang nyaris tidak pernah padam: menjadi bangsa yang tidak sekadar membeli teknologi, tetapi mampu menciptakannya sendiri.

Political Prescription: Manuver Para Dokter

Dari ruang praktik hingga ruang kekuasaan, dokter Indonesia pernah menjadi arsitek bangsa, teknokrat, hingga diplomat. Namun, di balik legitimasi rasional dan etika profesi, mereka jarang mencapai puncak politik. Mengapa demikian?

Andai Branding Bahlil Dikerjakan Gen Z

Media sosial heboh dengan pelaporan pembuat meme tentang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. What if kalau branding Bahlil dikerjakan Gen Z juga?

The Power of First Lady

Di balik setiap pemimpin besar, sering kali ada sosok yang memberikan kekuatan, perspektif, dan stabilitas—sang First Lady. Lebih dari sekadar pendamping, mereka adalah penasihat, diplomat, dan jembatan antara kekuasaan dan rakyat.
spot_img

Latest

Diesel yang Padam, Neraca yang Menyala

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?