HomeNalar Politik
Nalar Politik
The One-Man Band
Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
S13 -
Menlu Sugiono: Idiosinkrasi Politik Luar Negeri
S13 -
Dalam panggung drama politik internasional, keraguan adalah tiket masuk bagi setiap aktor baru. Ketika Sugiono pertama kali diumumkan sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam kabinet Prabowo-Gibran, alis mata banyak pengamat terangkat.
Trump: “Guru BK” Tiongkok-Jepang?
A43 -
Donald Trump bicara via telepon dengan Xi Jinping dan Sanae Takaichi di tengah krisis Taiwan. Apakah ia sedang mencoba jadi penengah?
PKS-NasDem, Pinggir Jurang Degradasi?
J61 -
PKS dan NasDem tampak tengah berada di titik genting pascapilpres 2024 dan tahun pertama pemerintahan baru. Tanpa kursi di kabinet, keduanya menghadapi krisis berbeda: NasDem diguncang turbulensi internal, PKS terjebak stagnasi. Lalu, apakah ini gejala bencana bagi kedua parpol tersebut?
Serangan Balik Serakahnomics
S13 -
Dalam langkah yang mencengangkan, Presiden Prabowo Subianto membatalkan kehadirannya di KTT G-20 Afrika Selatan—forum pemimpin dunia yang prestigius—demi konsolidasi basis politik domestik, meski dengan bahasa soal “adanya agenda lain”.
NU Fade, MU Pride?
J61 -
Head-to-head NU dan Muhammadiyah bukan sekadar soal siapa lebih besar, tetapi perbedaan dua ontologi: tradisi pesantren vs modernitas teknokratis. Di tengah dinamika politik, filantropi, dan reputasi global, keduanya seakan memiliki kontras relevansi abad ke-21 dengan kekuatan dan tantangannya masing-masing.



