HomeNalar PolitikHilang Alexis, Muncullah Xis

Hilang Alexis, Muncullah Xis

Kecil Besar

Kabar tentang Hotel Alexis yang kembali beroperasi, ramai dibicarakan di Medsos. Benarkah hotel ini enggak jadi ditutup?


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]eberapa bulan lalu, Hotel Alexis ditutup oleh Pemerintah DKI Jakarta lantaran masa kontrak kerjanya nggak bisa diperpanjang. Akan tetapi beberapa hari belakangan ini, muncul lagi kabar bahwa hotel tersebut kembali beroperasi bahkan telah berganti nama menjadi Xis Karaoke 4Play.

Berdirinya Xis Karaoke 4Play ditandai dengan keberadaan plang bertuliskan Xis Karaoke 4Play di sekitar pintu masuk gedung bekas Hotel Alexis. Waduh yang bener nih?

Menanggapi rumor tersebut, Legal & Corporate Affair Alexis Group Lina Novita menegaskan Alexis tak berganti nama. Sedangkan, Xis Karaoke 4Play merupakan nama bar milik Alexis yang berada di lantai satu. Lina menegaskan, yang ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta hanyalah Hotel dan Griya Pijatnya. Sementara empat bidang usaha lainnya, seperti restoran dan karaoke, masih tetap berjalan normal.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan belum mengetahui akan kabar ini. Meski begitu, Sandi mengatakan akan mendukung jika Alexis mau berubah nama. Tentunya juga harus sesuai dengan aturan, ketentuan, dan perizinan yang ada. Masa sih, Pak? Kok aneh ya? Ntar kalau jadinya kayak dulu lagi gimana?

Namun Sandi menenangkan, ia berjanji kalau pihak pemerintah DKI akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Alexis. Makanya, ia meminta agar warga DKI juga ikut membantu memantau hotel kontroversial tersebut.

Pandangan yang sama juga turut dijelaskan oleh Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris. Ia mengatakan, sekalipun Alexis berganti nama berkali-kali, tetep aja nggak boleh mengoperasionalkan hotel dan spa karena izinnya sudah dicabut.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Ia juga mengingatkan agar pihak Alexis nggak boleh melanggar peraturan yang telah ditetapkan, karena saat ini kegiatan mereka sudah diawasi oleh seluruh laipsan masyarakat di Jakarta.

Hmm, jangan-jangan ini bagian dari strategi lama aja, sakadar kamuflase? Hotel Alexis boleh tutup, tapi pelanggannya tetep eksis, iya kan? Semoga aja Xis Karaoke 4Play bukan cem-cemannya Alexis ya? (K-32) 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...