HomeCelotehSerba Salah Pemprov DKI-Setneg

Serba Salah Pemprov DKI-Setneg

Kecil Besar

“Apa lagi salahku? Apa lagi salahmu? Ku tak mengerti,” – Raisa, Serba Salah


PinterPolitik.com

Perkara banjir emang bikin pusing dan miris ya. Genangan air di tempat tak lazim dengan volume yang melimpah kerap jadi halangan orang-orang untuk beraktivitas. Tak jarang, luapan air ini kerap kali jadi sumber duka bagi beberapa orang.

Nah, setelah sebelumnya Jakarta didera banjir memilukan di awal tahun, ternyata kidah soal air bah ini masih berlanjut hingga saat ini. Secara spesifik, ternyata genangan air sempat membanjiri underpass  Kemayoran, Jakarta Pusat.

Di kondisi seperti ini, pasti banyak yang mengharapkan kalau pihak-pihak yang punya otoritas bisa bergerak cepat agar genangan air gak berlangsung lama dan merugikan banyak orang. Sayangnya, dalam kasus banjir Kemayoran, ternyata sempat terjadi drama di media soal penanganannya.

Awalnya kan, Pemprov DKI Jakarta sempat menyatakan kalau banjir di area Kemayoran ini merupakan kewenangan bagi Sekretariat Negara. Nah, pernyataan dari Pemprov DKI kemudian ternyata ditanggapi oleh pemerintah pusat.

Melalui Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono, pihak pemerintah pusat mempertanyakan kalau ada banjir harus mencari dulu kewenangan siapa. Menurutnya, salah satu tugas Pemprov DKI adalah menangani banjir Jakarta yang meliputi seluruh wilayah ibu kota tersebut.

Sebentar, kok ini pihak-pihak yang punya otoritas jadi malah berpolemik sih? Apakah dengan saling melempar pernyataan seperti ini banjirnya bisa segara surut?

Kalau kayak gini, jadi inget lagunya Raisa yang judulnya Serba Salah. Di lagu itu kan kayak ada lirik yang menggambarkan upaya saling mencari kesalahan dengan kata-kata, “apa lagi salahku, apa lagi salahmu,”. Nah, apakah Pemprov DKI dan pemerintah pusat lagi saling bertanya seperti ini dengan saling melempar pernyataan di depan publik.

Hmmm, idealnya sih kedua belah pihak fokus pada satu solusi yaitu penanganan banjir. Perkara siapa yang paling bertanggung jawab kan bisa diselesaikan dengan duduk bersama, gak usah berpolemik di hadapan media seperti ini.

Ya, semoga aja kejadian ini menyadarkan kalau saling mempertanyakan kewenangan gak akan berujung pada solusi yang konkret. Kolaborasi antara pihak-pihak harus jadi prioritas agar air banjir bisa segera surut. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...