HomeFokus BUMNPerum Bulog Terus Tingkatkan Penjualan Melalui E-Commerce

Perum Bulog Terus Tingkatkan Penjualan Melalui E-Commerce

Kecil Besar

Perum Bulog terus menggenjot penjualan komersial mereka dengan memanfaatkan sistem online. Melalui platform e-commerce ‘PangananDotCom’ penjualan perusahaan pengelola pangan BUMN ini mengalami peningkatan.


PinterPolitik.com

Sekretaris Perum Bulog, Awaludin Iqbal dalam keterangan persnya mengatakan penjualan PangananDotCom pada aplikasi Shopee terus mengalami peningkatan sejak dibuka pada soft launching Agustus hingga Desember 2019.

“Untuk beras premium telah berhasil terjual sebanyak 250 ton sampai dengan akhir 2019 kemarin. Penjualan melalui e-commerce PangananDotCom memberikan kemudahan dan pengalaman berbelanja sembako dengan mudah dan dapat menjangkau seluruh Indonesia. Hal ini tentu menjawab tantangan di era industri 4.0 saat ini,“ ujar Awaludin

Menurutnya kesempatan kerjasama ini (dengan aplikasi Shopee) harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia serta memberikan pengalaman berbelanja sembako secara online.

Dijelaskan Awaludin, bahan sembako yang paling laris dipesan konsumen melalui platform e-commerce PangananDotCom adalah Beras Eunak 5kg, Caping Emas Merah 1kg, Beras Nanas Madu 5kg, Beras Tanimakmur 5kg, Beras Selerakita 5kg. Selain itu masih ada lagi 214 jenis produk yang tersedia di e-commerce.

“Dengan PangananDotCom pihaknya dapat memberikan pilihan yang sangat beragam sesuai dengan kebutuhan konsumen,” imbuhnya.

Awaludin menambahkan, peningkatan pertumbuhan transaksi pembelian melalui PangananDotCom meningkat 35 persen dari Agustus 2019 saat soft launching hingga Desember 2019 kemarin, sehingga pihaknya optimis untuk menjangkau konsumen lebih luas  melalui platform online ini.

Platform PangananDotCom diresmikan pada 26 November 2019, merupakan kerjasama Perum Bulog dengan PT. Istoreisend Elogistic Indonesia, PT. Shopee Internasional Indonesia dan PT. JNE Indonesia. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur
spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...