HomeCelotehSalam Perpisahan Akhir KPK

Salam Perpisahan Akhir KPK

Kecil Besar

“After me, there shall be no more. So for one last time, n***a, make some noise” – JAY Z, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Mungkin, penghujung tahun 2019 ini menjadi momen yang tepat untuk melakukan kilas balik atas berbagai peristiwa yang terjadi seputar polemik Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru. Desember ini juga akan segera menjadi akhir dari sebagian pimpinan dan petinggi lembaga anti-rasuah tersebut.

Sejak sebulan yang lalu, sebuah aturan resmi telah berlaku. Aturan yang secara hukum disebut sebagai UU No. 19 Tahun 2019 membuat revisi dan perubahan yang sebelumnya menciptakan polemik di masyarakat menjadi efektif.

Pasalnya, meski sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 menganggap UU itu dapat memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aturan tersebut justru – dinilai banyak pakar, mahasiswa, pelajar, aktivis anti-korupsi, dan warga lainnya – dapat memperlemah upaya anti-rasuah yang selama ini dijalankan.

Pada tanggal 20 Desember mendatang, pimpinan KPK yang baru akan segara dilantik menggantikan pimpinan yang lama. Calon-calon pimpinan pilihan presiden dan DPR itu – juga menimbulkan polemik sebelumnya – adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, dan Nawawi Pomolango.

Pelantikan itu tentunya juga menjadi tanda atas berakhirnya kiprah para pimpinan yang sebelumnya. Wajah-wajah seperti Agus Rahardjo, Laode M. Syarif, Saut Situmorang, dan Basaria Panjaitan akan semakin tidak mudah ditemui kembali di Kuningan Persada.

Namun, tampaknya para pimpinan KPK ini memiliki salam dan kado terakhir sebagai penutup tahun. Beberapa waktu lalu, Laode dan Saut baru saja nih mengumumkan dua kasus dugaan korupsi.

Boleh jadi, dua kasus itu merupakan tambahan atas last punch-nya KPK nih setelah pemerintah tampaknya semakin tidak ingin untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). Sebelumnya, lembaga anti-rasuah itu juga beberapa kali menghebohkan masyarakat dengan pengungkapan beberapa kasus, seperti kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hmm, semangat untuk melakukan pukulan terakhir ini agak mengingatkan kita dengan kisah Muhammad Ali. Meski telah mengumumkan telah pensiun dan diduga tidak fit, Ali masih memiliki tekad untuk kembali bertanding menantang lawan-lawannya – seperti Larry Holmes dan Trevor Berbick – hingga berhenti semenjak Desember 1981.

Penutup akhir 1981 dan 2019 ini mungkin merefleksikan tekad yang tetap membara meski berbagai hambatan menghantui. Pertanyaan selanjutnya nih, apakah para pimpinan KPK yang baru nanti juga memiliki semangat yang membara ya untuk memberantas korupsi? Menarik untuk dinanti nih. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?