HomeCelotehPrabowo Tak Sayang Sandiaga?

Prabowo Tak Sayang Sandiaga?

Kecil Besar

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman meragukan kemungkinan partainya untuk mengusung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai calon presiden (capres) di tahun 2024 karena para kader lebih mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Apa tak sayang bila sosok Sandi dibuang begitu saja dari opsi capres Gerindra?


PinterPolitik.com

Penentuan strategi jangka panjang bagi sebuah perusahaan memang penting. Bagaimana tidak? Strategi seperti ini menentukan nasib suatu perusahaan di masa depan. Soal strategi marketing, misalnya, perusahaan harus bisa menyusun strateginya secara detail – mulai dari tema marketing-nya, brand ambassador yang dipilih, hingga segmentasi pasar yang dituju.

Maka dari itu, PT Gelegar Indonesia Raya (Gerindra) mengadakan rapat pemegang saham untuk menentukan arah perusahaannya. Pagi itu, Sandi pun merasa siap untuk menjelaskan strategi apa saja yang akan diambilnya demi kemajuan perusahaan tempatnya bekerja.

Prabowo: Selamat pagi, semuanya. Sebelum memulai rapat pagi hari ini, mari kita ngopi dulu. Kopi senantiasa membuat kita lebih fokus dalam bekerja. Laki-laki minum kopi! Ini salah satu senjata rahasia saya, apalagi kopi hitam. Iya bukan?

Sandi: Benar, Pak. Apalagi, kopi khas Indonesia memang terkenal di luar sana. Sampai-sampai, ada juga namanya kopi Java. Ini bisa jadi modal pariwisata Indonesia yang menjanjikan, Pak.

Prabowo: Sip, benar, Sandi. (sluurp). Baiklah, kita mulai saja ya. Agenda kita hari ini adalah untuk menentukan brand ambassador PT Gerindra ke depannya, khususnya pada tahun 2024 yang menjadi target utama kita. Ada usulan? Ya, meskipun kita semua tahu lah ya siapa yang cocok.

Sandi: Baik, Pak Bowo. Terima kasih banyak, Pak. Saya siap mengemban tanggung jawab untuk mewakili PT Gerindra dalam beberapa tahun ke depan, khususnya pada tahun 2024. Saya akan…

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

(Habiburokhman memotong pembicaraan Sandi)

Habibur: Lho, lho. Kamu siapa? Kita sudah punya pilihan utama buat PT Gerindra. Jelas, pilihan kita adalah Pak Prabowo sendiri. Buktinya, kita makin ke sini makin sukses setelah selama ini kita mengandalkan Pak Prabowo.

Fadli: Saya kira wajar ya kalau Sandi jadi kandidat brand ambassador. Sebelumnya kan dia juga sudah jadi second brand ambassador buat PT Gerindra. Apalagi, saya suka beliau kemarin main-main ke rumah kreatif saya.

Baca Juga: Menguak “Racikan” 2024 ala Prabowo

Gerindra Tutup Pintu Sandi

Sandi: Benar, Pak Fadli. Bila nanti saya menjadi perwakilan PT Gerindra, saya mengusulkan program-program yang dapat menggandeng banyak UMKM di masyarakat. Dari pengalaman saya ketika blusukan ke ribuan titik di Indonesia, UMKM kita sangatlah berpotensi – belum lagi potensi ekonomi kreatif dan pariwisata kita.

Habibur: Tapi kan dari dulu dan always going to be about Pak Prabowo. Semua pegawai pasti say yes kalau yang digadang adalah sosok Pak Prabowo.

Kamrussamad: Gimana ya, Pak? Mas Sandi ini outreach-nya luas. Kemarin aja sampai membentuk tim relawan buat ngebantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Sandi: Saya juga bisa bantu PT Gerindra dari sisi dunia mayanya, Pak. Sebagai influencer, saya punya followers yang cukup banyak. Kita bisa mengandalkan konten-konten yang kreatif, salah satunya adalah menggerebek rumah kreatifnya Pak Fadli. Saya juga kenal dengan yang ahli gerebek seperti Atta Halilintar. Buktinya, saya bisa muncul di video klipnya Mas Atta.

Prabowo: Wah, kalau saya malah jadi saksi nikahnya, Mas.

Habibur: Jadi, bagaimana, Pak Prabowo? Sebagai pemegang saham PT Gerindra absolut 100 persen, keputusan ada di tangan bapak.

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Prabowo: Hmm, pilihan yang sulit ya. Saya ada ide. Saya tahun 2019 lalu sempat ketemu sahabat saya Bu Mega. Gimana kalau kita kolaborasi sama mereka?

(To be continued)

Baca Juga: Prabowo-Puan Lebih Realistis?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?