HomeCelotehPolitik Vaksin ala Jokowi?

Politik Vaksin ala Jokowi?

Kecil Besar

“Obat terbaik untuk tubuh adalah pikiran yang tenang” – Napoleon Bonaparte, Pemimpin Militer di Perang Revolusioner Prancis


PinterPolitik.com

Gengs, bagi kalian yang pernah belajar sejarah, tahu kan strategi yang dilakukan oleh raja-raja kuno buat melebarkan pengaruhnya ke daerah lain? Yaps, salah satunya adalah dengan cara politik pernikahan.

Nggak percaya? Tanya saja sama Raja Henry V kenapa kok ia mau menikah dengan putrinya Raja Prancis. Atau, kalau merasa kejauhan, di Indonesia kan banyak juga toh cerita begitu – mulai dari istri Brawijaya V yang semuanya adalah putri dari raja-raja ternama.

Kalau dirasa contoh di atas belum cukup, baca deh sejarah klub Inter Milan. Mengapa kok klub diberi nama ‘Inter’, padahal di kota Milan sudah ada klub bernama ‘AC Milan’? Ya, tentu supaya klub ‘Inter’ bisa didatangi oleh banyak pemain di luar kota Milan sehingga meningkatkan prestige dan pengaruhnya.

Atau, lihat deh film Game of Thrones. Apa yang dilakukan Jon Snow supaya ia mendapat dukungan dalam pertempuran melawan pasukan Night King? Ya, bekerja sama dengan banyak klan dengan perjanjian beraneka ragam.

Tentu saja, dari pengantar di atas, kita mesti paham bahwa jika hendak memiliki pengaruh luas, ya harus punya keterkaitan yang kuat dengan banyak klan atau daerah. Apabila dikontekskan dalam era sekarang, bisa diartikan bahwa negara yang selamat dan sentosa dalam kancah perpolitikan internasional harus mampu bersahabat dengan banyak penguasa wilayah atau blok.

Konsep seperti itu kayaknya sudah dipahami oleh pemerintah kita, cuy. Buktinya dalam urusan kerja sama vaksin Covid-19, Indonesia nggak cuma mendatangkan vaksin Sinovac dari Tiongkok lho, melainkan juga vaksin lainnya, terutama dari AstraZeneca dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Mohon soal ini jangan sampai dilihat pakai kacamata yang lugu karena, memang di zaman globalisasi, nggak ada kerja sama yang dibangun tanpa ada kepentingan, cuy. Jadi, coba kita lihat secara jeli deh.

Mengapa kok dalam kerja sama vaksin ada Tiongkok, UEA, dan Barat (yang disebut-sebut ada peran Bill Gates)? Jangan-jangan Indonesia sedang melakukan politik tingkat tinggi supaya bisa diterima di semua blok, yakni Timur, Timur Tengah, dan Barat?

Widih, kalau memang benar asumsi mimin ini, berarti nggak heran deh jika yang diperintahkan sebagai juru lobby Indonesia tuh orang-orang keren – seperti Luhut yang kemarin ke Tiongkok toh.

Namun, kayaknya Indonesia juga perlu waspada. Jangan sampai barang kerja sama dalam bentuk vaksin yang membuat tersenyum banyak pihak ini, justru mengabaikan kondisi masyarakat, alias bikin bingung. Jadi harus seimbang dong, Pak. Hehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...