HomeCelotehPerang Baliho: Puan vs Airlangga

Perang Baliho: Puan vs Airlangga

Publik akhir-akhir ini diramaikan oleh banyaknya baliho milik Ketua DPR Puan Maharani yang terpasang di berbagai daerah. Sementara, baliho dari politikus lain – yakni Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto – telah mengintai untuk menyaingi Puan.


PinterPolitik.com

“Aw, s**t, here we go again” – Carl Johnson (CJ), Grand Theft Auto: San Andreas (2004)

Di suatu pagi yang tenang, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) kembali terlihat tenang. Gimana nggak? Beberapa waktu lalu, kota asalku ini sempat ramai dengan kasus-kasus pencoretan terhadap sejumlah baliho yang bergambarkan foto dari salah satu pejabat dan politikus ternama di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani? Hehe.

Nah, di pagi itu, aku dan keluargaku memutuskan buat pergi ke rumah nenekku yang berlokasi di Kota Malang, Jatim. Perjalanannya nggak makan waktu lama – hanya sekitar 1 jam dan 30 menit. Terima kasih, Pak Joko Widodo (Jokowi), atas jalan tolnya (Tenang, bukan cebong di sini). Hehe.

Setibanya di Malang, aku ngelihat banyak tempat familiar. Ya, selain karena ini kota di mana bapak dan ibuku berasal sehingga aku jadi sering ke sini, ada juga lho wajah-wajah familiar. Bahkan, wajah tersebut ada di mana-mana. Yup, sekali lagi, siapa lagi kalau bukan Mbak Puan Maharani? Weleh-weleh.

Tapi nih, aku dibuat kaget lagi nih. Ternyata, sekarang sosok yang wajahnya ada di mana-mana nggak cuma Mbak Puan, melainkan juga wajah Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto. Bahkan, sampai ada lho baliho keduanya yang saling berdampingan di salah satu jalanan Malang.

Apakah ini jadi salah satu persaingan of the year di Indonesia di tahun 2021 ini? Kalau menurut kalian, siapa nih yang bakal menang di “perang” baliho ini?

Baca juga :  Di Balik Tearful Speech Puan dan Arah Politik PDIP

Baca Juga: Baliho, Senjata Makan Puan?

Ekspansi Baliho Puan Maharani

Ngomong-ngomong nih, melihat “perang” baliho ini, aku jadi ingat sama salah satu game yang pernah aku mainkan dulu di PlayStation (PS) 2, yakni Grand Theft Auto: San Andreas (2004). Hayoo, hampir semua anak dulu pernah lah ya main game yang biasa disebut GTA ini.

Nah, di game ini, Carl Johnson (CJ) punya side mission buat mencari 100 tags dari geng-geng lain. Kan, ada banyak tuh geng-geng di Los Santos – ada geng hijau, geng kuning, geng ungu, dan sebagianya. Tags itu nantinya harus ditutupin dan diganti dengan tag milik gengnya CJ, yakni Grove Street Families.

Mirip dengan perang geng di GTA San Andreas, Mbak Puan dan Pak Airlangga ini kayak-nya juga lagi “perang” tag nih – cuman bedanya ini nggak pakai tag, melainkan pakai baliho. Apa ini juga bakal jadi perang “geng” – yakni antara “geng” merah yang berlambang kepala banteng dan “geng” kuning yang berlambang pohon beringin? Hehe.

Ya, meski ini jadi misi di game itu, CJ juga harus hati-hati tuh kalau mau nge-spray tag milik gengnya. Soalnya, kalau ada polisi dari Los Santos Police Department (LSPD), bisa-bisa CJ bakal dapat bintang dan dikejar nanti. Hmm, mungkin, polisinya tahu ya kalau tags semacam ini bakal ngerusak properti dan bikin polusi pandangan.

Eh, kalau di Los Santos tag itu bisa jadi pelanggaran, kalau di Indonesia gimana ya? Menurut kalian, “tag” via baliho-baliho ini juga bikin polusi pandangan nggakgaesHayoogimana nih, Mbak Puan dan Pak Airlangga? Hehe. (A43)

Baca juga :  Ketum Parpol Terkaya di Indonesia

Baca Juga: Airlangga Jadi Juara Olimpiade?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Saatnya Sandiaga Comeback ke DKI?

Nama Sandiaga Uno kembali muncul dalam bursa Pilkada DKI Jakarta 2024. Diusulkan oleh PAN, apakah ini saatnya Sandiaga comeback ke DKI?

Israel, “Kiamat” bagi Amerika?

Israel diecam dunia atas serangan udara yang telan banyak korban sipil di Rafah, Gaza. Mengapa ini bisa jadi “kiamat” bagi Amerika Serikat (AS)?

Menguak Siasat Yusril Tinggalkan PBB

Sebuah langkah mengejutkan terjadi. Yusril Ihza Mahendra memutuskan untuk melepaskan jabatan Ketum PBB. Ada siasat apa?