HomeCelotehNasdem vs Gerindra Bak El Clásico?

Nasdem vs Gerindra Bak El Clásico?

“Terkadang memenangkan suatu pertengkaran itu lebih buruk daripada kalah” – Eleanora Fagan, penyanyi Jazz asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Gengs, berhati-hatilah menentukan anggota tim karena, saat orang yang kalian pilih ternyata memiliki ego kurang stabil sehingga dinilai orang lain buruk, itu bisa menghambat kinerja tim kalian lho.

Soal pemilihan tim ini sangat penting, sampai-sampai banyak tuh film-film box office yang mengangkatnya ke dalam layar lebar, seperti Team-A atau Fast and Furious. Dari dua film itu, komunikasi tim menjadi faktor kunci apabila misi ingin segera diselesaikan dengan cepat, tepat, dan rapi.

Barangkali analogi itu yang sedang dipikirkan oleh Wakil Fraksi Partai Gerindra Desmond J. Mahesa saat mengomentari kinerja dan gaya komunikasi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate kemarin. Nggak cuma komentar, Desmond meminta supaya Johnny dimasukkan ke dalam list menteri yang perlu di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo jika berencana merombak kabinetnya.

Ibarat rapat dalam bangsal dewan perwakilan negeri Yunani Kuno, pendapat Desmond mendapat kecaman dari partai saingannya, yakni Nasdem. Lewat Ketua DPP-nya, Irma Suryani Chaniago, Nasdem meminta mbok ya Gerindra tuh ngaca kalau mau kritik soal komunikasi menteri.

Mbak Irma pun menghadirkan pembanding dari para menteri yang Gerindra miliki. Doi meminta supaya Gerindra mengkritisi kinerja Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di tengah situasi politik yang memanas begini atau Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang kemarin bikin kisruh soal lobster.

Nyatanya, keduanya nggak menjalankan komunikasi yang baik tuh di depan publik. Kalau memang sudah jago kayak abang jago, tentu publik bakal paham terhadap kebijakan dua menteri tersebut. Lha wong nyatanya saja publik masih banyak yang bertanya-tanya kok soal situasi politik – pun mau dibawa ke mana benih lobster kita.

Baca juga :  PSSI dan Prabowo Tak Suka Anies?

Widih, dua partai itu kayak El Clásico antara Real Madrid melawan Barcelona dahulu ya. Masing-masing saling menjaga dan mengeluarkan jurus pamungkas. Kalau di laga El Clásico kan sering tuh pemain Madrid mengecam aksi pemain Barcelona. Begitu pun sebaliknya.

- Advertisement -

Ujung-ujungnya, di atas lapangan, mereka saling mengeluarkan jurus yang menampar muka rival. Madrid dengan Ronaldo-nya sedangkan Barcelona dengan Messi-nya.

Makanya, mending kalau menurut mimin nih, Nasdem dan Gerindra sudahi saja perdebatan tentang mana menteri yang layak di-reshuffle dan tidak. Lagian, keduanya kan sudah masuk di kabinet. Kalau mau berdebat ya pas rapat sama Pak Jokowi saja. Kan enak.

Di samping itu, soal siapa yang komunikasinya baik dan tidak, serta siapa yang harus didepak, itu semuanya sudah dipantau oleh presiden. Mimin yakin kok presiden punya rapor sendiri.

Daripada berdebat di ruang publik begini malah kurang elok. Kita yang melihat justru risih. “Lha wong sesama di pemerintahan kok kisruh di sini? Apa ruang rapat kabinet mulai sesak?” Upps. (F46)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

Mengapa Mahfud Kebut UU PDP?

Setelah ramai serangan Bjorka pada pejabat, Mahfud MD berjanji agar UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) segera disahkan oleh DPR.

Ojol Sejahtera, Janji Tinggal Janji?

“Besar harapan kami, aksi yang kami lakukan dapat diakomodir menjadi diskusi yang baik dan konstruktif, dan dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia yang berprofesi...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...