HomeCelotehMission Impossible Jokowi-Nadiem Makarim

Mission Impossible Jokowi-Nadiem Makarim

Kecil Besar

“Tenaga pendidik dan kependidikan, guru,  kita berikan prioritas agar nanti di awal semester ke-2 pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan”. – Presiden Jokowi 


PinterPolitik.com

Tom Cruise mungkin jadi salah satu aktor film laga yang paling dikenal di dunia karena franchise film Mission Impossible. Dalam film itu doi melakukan adegan-adegan berbahaya yang bagi kebanyakan orang dianggap sebagai hal yang tidak mungkin.

Tom bahkan melakukan sendiri semua aksi stunt atau adegan-adegan perkelahian, terjun dari pesawat, dan lain sebagainya. Emang legend nih doi.

Baca Juga: Tepatkah Membandingkan Kerumunan Jokowi dengan HRS?

Nah, konteks mission impossible dalam pengertian yang berbeda kini tengah diupayakan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Ini terkait harapan Presiden Jokowi agar pemberian vaksinasi terhadap tenaga pendidik serta guru mampu membawa sinyal baik terhadap pembukaan kembali aktivitas sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Nggak tanggung-tanggung cuy, Pak Jokowi ingin kegiatan belajar tatap muka di sekolah bisa mulai dilakukan pada Juli 2021.

Ini disampaikan Pak Jokowi saat menghadiri acara vaksinasi massal terhadap tenaga pendidik di SMAN 70 Jakarta Selatan. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pak Jokowi menargetkan vaksinasi terhadap 5 juta guru dan dosen di Indonesia rampung tanpa kendala pada Juni 2021. Menurutnya, vaksinasi massal terhadap tenaga pendidik di ibu kota bisa berlanjut secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia.

Jadi guru dan dosen doang nih yang divaksin? Kan ada mahasiswa dan pelajar juga loh pak yang harus divaksin juga. Hmm, emang jadi anak tiri nih mahasiswa dan pelajarnya. Uppps.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Tapi pernyataan Pak Jokowi ini pasti bikin Menkes yang juga hadir saat itu agak ketar-ketir. Target sekolah tatap muka Juli 2021 cuy. Padahal Menkes sebelumnya bilang bahwa pada bulan tersebut Indonesia baru bisa memvaksin 20 persen dari populasi.

Jadi masih cukup jauh lah dari cukup. Apalagi, interaksi sekolah kan termasuk sirkulasi yang besar dan melibatkan juga orang tua di rumah. Bisa makin bahaya kalau ada apa-apa nanti.

Hmm, mungkin Pak Jokowi dan Pak Nadiem kudu mikirin lagi nih soal kebijakan ini. Jangan sampai begitu diputuskan demikian, yang terjadi malah makin tinggi angka penyebaran virus yang satu ini. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.