HomeCeloteh'Mimpi Korea' Jokowi Masih Jauh?

‘Mimpi Korea’ Jokowi Masih Jauh?

Kecil Besar

Berbagai kemajuan yang digapai oleh Korea Selatan (Korsel) – mulai dari produk-produk budaya populer hingga ilmu pengetahuan dan teknologi – seakan-akan membius banyak orang, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mampukah Indonesia mengikuti langkahnya?


PinterPolitik.com

“Keinginan untuk menjadi negara maju itu harus. Dengan cara apapun, harus” – Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Iron Man bisa dibilang menjadi salah satu pahlawan super yang menjadi favorit banyak orang. Tony Stark – tokoh yang berada di balik topeng Iron Man – bisa dibilang merupakan salah satu karakter yang paling cemerlang di kisah-kisah Marvel.

Gimana nggak? Meski memiliki kekayaan yang melimpah, Stark terkenal dengan kecerdasannya untuk mengembangan hal-hal baru di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkat kecerdasannya, Stark mampu membuat kostum baja yang akhirnya membuat dirinya mampu menyelamatkan dunia.

Namun, kemampuannya untuk membuat kostum baja ala Iron Man itu tidak begitu saja muncul. Tentu, untuk membuat kostumnya dapat bekerja, Stark harus melakukan berbagai uji coba dan pencarian formula yang tepat. 

Dan, tak jarang, Iron Man harus melalui kegagalan dalam mengembangkan kostumnya. Ya, itulah kegunaan dan pentingnya riset dan penelitian – agar bisa menemukan jawaban yang paling mutakhir. Bahkan, Stark pun akhirnya mampu mengembangkan teknologi nano (nanotechnology).

Nah, apa yang dikisahkan dalam film dan komik Iron Man juga eksis di dunia nyata. Karena penelitian dan riset yang terus dilakukan, teknologi yang dimiliki umat manusia saat ini bisa hadir di sekeliling kita.

Teknologi semikonduktor – atau juga dikenal sebagai microchip, misalnya, merupakan salah satu komponen esensial dalam memproduksi produk-produk elektronik. Perkembangan semikonduktor pun semakin penting untuk dilakukan di tengah tuntutan zaman yang meminta agar barang-barang elektronik semakin canggih dengan tren digitalisasi.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?
Taiwan Tengah Jadi Rebutan

Agar gawai elektronik makin mudah dibawa dan digunakan, misalnya, tuntutan untuk membuat produk-produk yang lebih kecil terus bermunculan. Alhasil, microchip yang lebih sederhana tetapi canggih terus diciptakan – melalui penelitian dan riset lebih mendalam.

Keberhasilan Taiwan mengembangkan industri semikonduktor ini tentunya tidak lepas dari peran pemerintahnya. Mengacu ke tulisan Patrick Windham berjudul The Taiwanese Approach, pemerintah Taiwan mulai beralih fokus ke industri ini sejak tahun 1970-an. Bahkan, pendanaan dan anggaran yang besar dilakukan hingga akhir tahun 1990-an.

Wah, totalitas ya kalau mau melakukan perkembangan yang lebih signfikan. Layaknya Stark, pemerintah Taiwan pun menuangkan tenaga dan biaya yang besar untuk lompatan besar (leapfrog) dan kemajuan dirinya.

Nah, mungkin, inilah kenapa Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pidatonya di Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah 2023 di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Pak Jokowi bilang kalau Indonesia harus bisa melakukan lompatan besar (leapfrog) layaknya Taiwan, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.

Ya, mungkin, dengan mimpi besar yang dimiliki Pak Jokowi itu, pemerintah barang kali akan mulai berfokus untuk meningkatkan penelitian dan riset lebih lanjut supaya Indonesia memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju. Ya, semoga aja-lah Indonesia bisa jadi negara maju juga.

Saking inginnya agar Indonesia bisa maju nih, seluruh lembaga penelitian dan riset dilebur menjadi satu tuh di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Anggarannya tahun ini pun nggak main-main, yakni sebesar Rp6,4 triliun – sedikit lebih kecil lah ya dibanding tahun 2018 mencapai Rp26 triliun.

Ya, semoga aja kita bisa melompat – atau juga mungkin terbang layaknya Iron Man – dengan anggaran segitu ya. Itupun kalau nggak habis buat biaya-biaya operasional seperti berlangganan jurnal ilmiah dan belanja pegawai. Hehe. (A43)

Baca juga :  The One-Man Band

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Bukber di Istana, Fahri Salting

"Saya ketemu presiden yang sah ya hormat kan. Enggak presiden pun kalau sudah senior ya hormat." -  Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. PinterPolitik.com Rasanya tepat...

Fadli Zon Difitnah Selingkuh?

"Nggak ada (selingkuh). Mereka mau mencari-cari supaya saya bungkam, supaya saya tidak berteriak keritik Pemerintah. Tapi kan kasihan, ada keluarga, ada anak segala dibawa-bawa,...

Puji Jokowi Untuk si Pembenci

"Ya saya kira sangat bagus. Karena beliau seorang tokoh politik yang berpengalaman. Leadership dan rekam jejak beliau, saya kira tidak diragukan lagi. Sangat bagus...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?