Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Menteri, Si Penyebar ‘Kebencian’

Menteri, Si Penyebar ‘Kebencian’


Z19 - Tuesday, April 10, 2018 15:48
rudiantara

0 min read

 “Untuk mendapatkan apa yang Anda sukai, Anda harus bersabar dengan apa yang Anda benci.” ~ Abu Hamid Al Ghazali


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]epertinya bagi Warganet yang gencar bermain media sosial, kayaknya perlu berpikir kembali bila ingin menggunakan media sosial.

Pasalnya, ada kebocoran data pribadi yang mungkin disalahgunakan pihak yang tak bertanggungjawab.

Hmmm, ini sih ga akan jauh dari Facebook ya? Tahu aja sih. Yaiyalaaah, tahu sendiri kan Facebook malah buat onar begini, kan kalau dilihat dari dugaannya yaitu ada indikasi kuat kebocoran data pengguna kepada pihak lainnya.

Langkah Indonesia gimana? Jumlahnya kan lebih dari satu juta pengguna asal Indonesia dibocorin kan? Lalu Menkominfo muncul bak pahlawan, tapi pahlawannya kesiangan atau bahasa lainnya "polisi India", telat mulu. Abis kejadian baru deh muncul, itu juga belum jelas mau ngapain.

Rasanya tuh gimana gitu ya, hmmmm, datang telat begini solusinya itu punya daya tawar yang kuat, yaaahhh ujung – ujungnya ini sih lebih kepada cuci tangan aja. Biar kelihatan kerja aja kali ya, weleeeh weleeeeh.

Lah yang lebih kocaknya, masa iya solusi Menkominfo itu hanya menyuruh masyarakat berhenti sejenak main Facebook? Bukan solusi lah! Emang datanya bakal balik gitu?

Dapet untung berapa sih Facebook jual akun pengguna setianya? Weleeeh weleeeh. Jangan cuma bisanya tinggal minta maaf aja, kelar. Wedeeew, enak banget hidupnya, weleeeh weleeeh.

Upaya Pemerintah sendiri dibawah naungan Kemenkominfo ya mau gimana lagi, udah mentok kali ya, kayaknya sih memang tak berdaya ya, weleeeh weleeh. Data sedari awal kan sudah diberikan, kalau disuruh berhenti main Facebook sama aja ga ada gunanya juga kan? Hadeuuuh.

Waduh, data kita dicuri – curi, buat apaan tuh ya? Hmmm, katanya ada sih yang buat membaca kepribadian, ada yang buat inilah itulah, pokoknya pada intinya dijual  - jual deh, weleeeh weleeeeh. Tapi jangan – jangan, ahhh syudahlah.

Intinya sekarang warga mendingan ga usah main Facebook, daripada tercyduukkkk data yang hilang atau malah dipantau aktivitasnya oleh orang tak dikenal. Ga mungkin kan kalau ga ada motifnya.

Makanya lain kali, Menkominfo harus melakukan pencegahan sebelum kebobolan dan telat sebentar sih gapapa keluarin kebijakannya, tapi harus ada solusi jelas ya.

Kalau kayak gini kan Menkominfo seperti menyebarkan kebencian sama Facebook aja kan? Hadeuuuh, tau gitu biarin ga pakai aja ya sekalian, weleeeh weleeeh. (Z19)

Berita Terkait