HomeCelotehMasalah Ojol, Menhub Takut Moeldoko?

Masalah Ojol, Menhub Takut Moeldoko?

Hidup memang udah susah tapi jangan dibikin susah Slank, grup band asal Indonesia


PinterPolitik.com

Barang kali Kahlil Gibran benar saat menulis, “Aku bertahan dari penjara, dahaga, dan rasa lapar yang melukai tubuhku demi kebenaran.” Namun, catat karena itu hanya berlaku ‘demi’ kebenaran.

Lha, kalau kebenaran saja masih abu-abu, apa benar orang yang lapar mau menahan guncangan perutnya. Lagian di belakang orang lapar itu berdiri banyak kepala, terutama anak-anaknya.

Secara sederhana, mana yang merupakan kebenaran: menafkahi keluarga atau menuruti kata pemerintah? Bingung jawab deh loe. Kalau mimin sih, semuanya itu kebenaran tapi yang benar (dan bijak sebab menyesuaikan kondisi) ya menafkahi keluarga lah.

Yang benar saja mau menaati aturan tapi ujungnya anak dan istri kelaparan. Dan, di pundak para driver ojek online (ojol) inilah kondisi membingungkan itu dipikul.

Kalian tahu kan kalau sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) No. 440-830 Tahun 2020. Kepmendagri itu awalnya menyentil lingkup operasi ojol dan ojek pangkalan (opang) dengan kalimat, “Pengoperasian ojek konvensional/ojek online harus tetap ditangguhkan.”

Sontak saja, driver ojol geram bukan kepalang, sampai mengancam akan mengeruduk Istana kalau sampai aturan itu diterapkan. Jangankan driver ojol, lha wong mimin saja juga kaget.

Pasalnya kita tahu kalau driver ojol ini jumlahnya banyak. November lalu saja ada sekitar 4 juta. Kalau sampai ditangguhkan, tuh driver yang mungkin saat ini sudah mencapai angka 5 juta driver mau dapat penghasilan dari mana?

- Advertisement -

Kenapa sih sekarang ini pemerintah kebanyakan ngasih larangan tanpa memberi solusi? Misal, okelah kalau ditangguhkan, tapi coba dibuatkan dong usaha sampingan. Jika cuma melarang, pacar mimin sihkelihatannya lebih pintar, Pak. Upsss.

Untung saja Mendagri masih bijak. Langsung saja deh, setelah mendapat protes dari driver ojol, Kepmendagri tersebut langsung direvisi. “Protokol tersebut sifatnya berupa imbauan untuk kehati-hatian,” kata Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Oalah, ternyata protokolnya hanya imbauan, gengs. Tapi, kok gak dijelaskan dari awal, ya? Apa karena takut sama ancaman demonstrasi? Lagian, ngapain sih harus nunggu diancam demo dulu baru masyarakat dikasih penjelasan?

Kenapa kok gak dari awal membuat peraturan tuh dipertimbangkan secara matang sekaligus dimusyawarahkan dengan pihak terkait, biar gak bagai kerbau di-cucuk hidungnya. Bikin gemes saja pejabat-pejabat kita ini, ya, cuy.

Selain Kemendagri, seharusnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga pantas disemprot sama driver ojol nih. Pasalnya, Kemendagri juga menegaskan bahwa aturan tentang operasional ojol ada di bawah kewenangan Kemenhub.

Dan, jreng-jreng, ternyata pihak Kemenhub belum menyusun aturan sama sekali, gengs. Ya, pantas saja kalau pada bingung, mulai Kemendagri sampai masyarakatnya. Nah, ini kenapa sih soal aturan buat ojol kok gak di-bikinbikin? Padahal, roda transportasi yang lain sudah selesai pengaturannya.

Please, Pak, jangan gantung nasib mereka. Serius, gak enak di-gantungin tuh. Apa jangan-jangan Menteri Budi Karya Sumadi takut kena semprot Pak Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko lagi ya? Jadi, malah kedahuluan langkah sama Pak Tito?

- Advertisement -

Soalnya, kemarin-kemarin doi sempat kena semprot Pak Moeldoko setelah salah ngomong bahwa pebisnis boleh menggunakan layanan penerbangan. Padahal, wacana tersebut gak ada di dalam rapat kabinet. Upsss.

Ya sudah, karena sudah terlanjur kedahuluan sama Pak Tito terkait regulasi ojol dan opang, mending Pak Menteri Budi segera selesaikan masalah ini aja deh.

Kita semua tidak ingin ada kelompok masyarakat Indonesia yang berteriak seperti di Lebanon saat kelaparan akibat kebijakan gagap pemerintah dalam menangani Covid-19, “Ini lebih buruk dari perang. Kami belum pernah melihat hari-hari gelap seperti sebelumnya.”

Tidak, jangan sampai terjadi, deh. Ya, meski mimin gak tahu apakah bagi warga Indonesia, kondisi negara saat ini lebih buruk dari perang atau tidak (karena mimin gak pernah mengalami perang sih). Namun, satu hal yang pasti: urusan kebutuhan pokok semua manusia adalah sama, tidak peduli apa pun profesinya. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  SBY Turun Gunung, AHY Ngapain?
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

Mengapa Mahfud Kebut UU PDP?

Setelah ramai serangan Bjorka pada pejabat, Mahfud MD berjanji agar UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) segera disahkan oleh DPR.

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...