HomeCelotehMahfud Sindir Anies Soal Corona?

Mahfud Sindir Anies Soal Corona?

Kecil Besar

“You hear me? Ayy, I heard I had some sneak dissers” – Tee Grizzley, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Ramainya publik soal virus Corona semakin menjadi-jadi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua kasus positif di Indonesia. Merespons pengumuman tersebut, publik disebut-sebut langsung berbelanja kebutuhan secara berlebihan, seperti masker dan hand sanitizer.

Kecemasan publik seperti ini cukup wajar sih. Soalnya nih, akhir-akhir ini, media domestik maupun internasional ramai-ramai membicarakan topik ini. Ada yang mengabarkan bahwa kasus ini telah menjangkit semua benua kecuali Antartika. Ada juga yang memberitakan bahwa banyak orang berhasil sembuh meski korban meninggal juga bertambah.

Menanggapi pengumuman Pak Jokowi, beberapa pemerintah daerah akhirnya juga mengambil beberapa keputusan untuk menjaga warganya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) misalnya, langsung mendirikan pusat krisis di Kota Depok – di mana dua WNI positif Corona tinggal.

Hmm, tapi, ada pesan nih dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Beliau mengingatkan agar pemerintah-pemerintah daerah (Pemda) tidak menjadikan isu virus Corona sebagai bahan politisasi.

Pak Mahfud menyebutkan Pemda Cianjur sebagai salah satu contohnya. Kata beliau, pemerintah daerah seharusnya tidak perlu mengadakan konferensi-konferensi pers (konpers) soal virus Corona karena informasi penanganannya terpusat di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Wah, Pak Mahfud kayaknya sedang menyindir salah satu kepala daerah nih. Soalnya nih, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung mengadakan konpers di Balai Kota DKI Jakarta lho menyusul pengumuman dari Pak Jokowi soal WNI yang positif kemarin.

Dalam konpers tersebut, Pak Anies mengimbau agar warga tidak bepergian ke lokasi-lokasi yang diduga terjangkit virus Corona. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebutnya akan mengirimkan pesan-pesan berantai terkait tempat-tempat yang harus diwaspadai oleh warga.

Hmm, mungkin, karena konpers ini, Pak Mahfud merasa ada politisasi. Soalnya, kan, kata beliau, informasi penanganan terpusat di Kemenkes. Tapi, Pak Anies malah nyiapin pesan berantai tuh.

Di sisi lain, Pak Anies juga menyampaikan bahwa pemerintahannya akan membentuk Tim Tanggap Covid-19. Tim ini akan berfokus untuk melakukan monitor potensi penularan virus Corona.

Hmm, langkah Pak Anies ini sebenarnya bisa aja bagus lho. Bahkan, beliau mendapatkan pujian dari beberapa pihak terkait keputusan-keputusan tersebut.

Justru, publik tampaknya meragukan tuh terkait langkah dan kebijakan pemerintah pusat. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saja dinilai terlalu banyak bercanda dalam merespons virus ini.

Belum lagi, pemerintah pusat masih belum membentuk tim atau komisi yang berfokus untuk menangangi potensi penularan virus Corona. Padahal, kan, langkah seperti ini bisa menunjukkan keseriusan pemerintah atas persoalan ini. Ya, kita nantikan saja lah langkah-langkah serius pemerintah berikutnya. (A43)

View this post on Instagram

Angka kekerasan terhadap #perempuan terus meningkat setiap tahun, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Saat ini Indonesia bahkan telah ada dalam kondisi darurat kekerasan seksual menurut laporan dari #KomnasPerempuan. Nyatanya, ada persoalan ketidakseimbangan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki di #Indonesia yang menjadi salah satu akar persoalan ini. Ini juga terjadi akibat budaya dominasi laki-laki yang sangat kuat. ⠀ ⠀ Temukan selengkapnya di Talk Show: “Dominasi dan Legacy Male Power terhadap Wanita Indonesia, Kenapa? Dari Mana? Masih Perlu?”⠀ ⠀ Tiket dapat dibeli di: http://bit.ly/TalkShowPinterPolitik ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #EventPinterPolitik #TalkShowPinterPolitik #komnasperempuan #rockygerung

A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik) on

► Ingin lihat video-video menarik? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Pemerintah ‘Paksa’ Minum Air Kotor?

“Air berkata kepada yang kotor, ‘Kemarilah.’ Maka yang kotor akan berkata, ‘Aku sungguh malu.’  Air berkata, ‘Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” ~...

Anak STM Mendemo “Anak TK”

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak,” – Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 Pinterpolitik.com Awas, awas, anak STM...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

SBY Khawatirkan AHY?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan hanya ada satu matahari di Partai Demokrat. Tegasnya, saat ini yang memimpin partai adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kenapa...

PDIP Seharusnya Bersyukur Ada Luhut?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya membuat gerah PDIP. Masinton Pasaribu bahkan mengeluarkan kalimat tegas, hingga meminta Presiden Jokowi memecat Luhut. Namun, mungkinkah PDIP...

Ridwan Kamil dan Cerita Bukber

Meski Satgas Covid-19 telah imbau agar bukber dilaksanakan tanpa ngobrol, Ridwan Kamil sebut bukber diperbolehkan dengan syarat.

More Stories

Di Balik Mekarnya Citra Habibie

Tanggal 25 Juni dikenang sebagai hari lahir Habibie. Citranya kian harum meski telah tiada. Apa rahasia di balik reputasi yang tak pernah layu itu?

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?