HomeCelotehLaga Besar BLINK vs Jakmania

Laga Besar BLINK vs Jakmania

Kecil Besar

Konser BLACKPINK bertajuk judul album mereka, BORN PINK, akan segera hadir di Jakarta, Indonesia. Namun, girlband favorit para BLINK tampaknya harus menghadapi cibiran dari suporter Persija Jakarta, yakni Jakmania.


PinterPolitik.com

“게임이 아냐 진 적이 없으니까. 짖어봐 네 목에 목줄은 내 거니까” – BLACKPINK, “Shut Down” (2022)

Are you ready, BLINKs? BLACKPINK dengan tur dunianya, BORN PINK World Tour, akan segera hadir di Jakarta, Indonesia, pada akhir pekan ini, yakni pada 11-12 Maret 2023. Setelah berkeliling ke Eropa dan Amerika sejak Oktober 2022 kemarin, salah satu girlband K-pop terpopuler ini akhirnya melaksanakan turnya di Asia.

Tapi, kedatangan BLACKPINK yang ditunggu-tunggu malah justru tidak disukai oleh sejumlah pihak. Beberapa di antaranya adalah suporter klub sepak bola Persija Jakarta – dikenal sebagai Jakmania.

Lho, memangnya kenapa? Katanya sih, konser BLACKPINK yang bakal digelar di Stadium Gelora Bung Karno (GBK) menjadi penyebab bagi ditundanya laga antara Persija dengan Persib Bandung.

Kecewa dengan kabar ini, sejumlah Jakmania akhirnya “menyerbu” profil Instagram resmi milik BLACKPINK. 

Waduh, apa jadinya kalau BLINK bertemu Jakmania nih? Bisa-bisa kacau tuh. Pasalnya nih, dua fanbase ini memang dikenal punya tingkat militansi tertentu. Jika fandom K-pop terkenal loyal di media sosial (medsos), suporter bola dikenal loyal di lapangan. ☹

Terlepas dari fandom mana yang lebih dominan, tingkat fanatisme yang tinggi antar-kelompok ini sebenarnya merupakan fenomena sosial yang menarik untuk diamati. Soalnya nih, asosiasi terhadap kelompok semacam ini membuat individu merasakan ikatan yang kuat.

The Jak vs BLINK

Hal inilah yang berusaha dijelaskan oleh Henry Jenkins dalam bukunya yang berjudul Textual Poachers: Television Fans and Participatory Culture. Jenkins se-enggak-nya menyebut fenomena ini sebagai participatory culture (budaya partisipatoris).

Baca juga :  Jalan-jalan dengan Sepatu Roda 'Girl Power'

Beberapa ciri dari budaya partisipatoris ini di antaranya adalah kuatnya keyakinan di antara anggota-anggotanya bahwa kontribusi mereka penting dan adanya eratnya keterhubungan sosial di antara anggota-anggotanya. 

Mungkin, inilah kenapa kelompok-kelompok ini punya pengaruh politik yang besar ketika mereka peduli terkait kepentingan sosial-politik. Jakmania, misalnya, bisa jadi memiliki suara yang penting di saat Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Oktober 2022 lalu.

Nggak hanya Jakmania, fandoms di K-pop seperti BLINK juga bisa mempengaruhi gerakan-gerakan sosial-politik yang krusial. Di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 kemarin, penggemar K-pop disebut ikut mempengaruhi sepinya kampanye Presiden Donald Trump.

Hmm, so, guys, instead of bersaing dengan satu sama lain dengan melakukan fan war lagi, gimana kalau kita fokuskan ke hal-hal yang penting? Nah, daripada memfokuskan energi pada kelompok yang horizontal secara kekuatan politik, kenapa nggak bersatu nge-lawan ketidakadilan yang ada di sekitar? Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Bayar Rindu Pelukan Jokowi-Paloh

“Peluklah diriku dan jangan kau lepas,” – Alexa, Jangan Kau Lepas Pinterpolitik.com Akhirnya ya, setelah sempat menimbulkan berbagai isu di media, saga pelukan Ketua Umum Partai...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

Di Balik Mekarnya Citra Habibie

Tanggal 25 Juni dikenang sebagai hari lahir Habibie. Citranya kian harum meski telah tiada. Apa rahasia di balik reputasi yang tak pernah layu itu?