HomeCelotehIndonesia Lebih Hebat dari Rusia?

Indonesia Lebih Hebat dari Rusia?

Kecil Besar

Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup 2020 pada Oktober 2021 ini. Namun, Sang Saka Merah Putih tidak berkibar dalam pengumuman kemenangan itu. Mengapa demikian?


PinterPolitik.com

Pada suatu hari yang cerah di alternate universe Bumi-45, terlihat sejumlah pihak tengah bersiap untuk menjalankan sebuah forum internasional yang dikenal sebagai B20 (The Big Twenty). Beberapa negara anggota dari B20 adalah Amerika Serikat (AS), Indonesia, Rusia, dan sebagainya.

Mereka pun membicarakan berbagai persoalan krusial yang melanda dunia Bumi-45 – mulai dari persoalan ekonomi hingga ancaman serangan alien. Meski begitu, mereka pun tetap menyempatkan untuk berbincang-bincang santai di tengah-tengah seriusnya berbagai masalah yang dihadapi dunia.

Topik-topik yang mereka obrolkan pun banyak yang menarik. Australia, misalnya, bercerita soal mainan barunya yang baru didapatkan dari AS. Bahkan, mendengar cerita itu, Tiongkok dikabarkan iri dan dengki dengan mainan baru Australia.

Tidak hanya soal mainan baru, mereka juga saling pamer soal bendera-bendera yang mereka gunakan. AS, misalnya, bercerita soal benderanya yang dalam sejarahnya bergonta-ganti – seiring dengan bertambahnya jumlah negara bagian yang ditandai dengan jumlah bintang di bendera Star Spangled Banner.


Amerika: Tuh, coba kalian lihat bendera saya. Bendera saya ganti berkali-kali sepanjang sejarah. Berarti emang udah takdir kalau saya bisa menguasai lebih banyak wilayah di benua Amerika. It is our manifest destiny lah.

Tiongkok: Idih, gitu aja sombong. Saya dong berganti bendera karena perjuangan yang kita lalui. Coba kalau Pak Sam ingat dulu sebelum tahun 1949. Beda kan sama bendera sekarang? Sekarang, bendera saya merah menyala dengan satu bintang besar yang bersinar.

Afrika Selatan: Ya, semua negara punya jalannya masing-masing lah ya. Bendera saya juga punya sejarah panjang juga lho. Dengan bendera kami yang baru, kita meninggalkan sejarah diskriminasi dan apartheid di negara kita – menjadi satu Afsel dengan keberagamannya.

Baca juga :  Mendayung di Antara Dua Kecerdasan

Baca Juga: Pentingnya Emas Olimpiade Bagi Jokowi


Amerika: Widih, keren keren Afsel. Madiba emang top lah. Kalau kamu, Indonesia, kamu pernah ganti bendera nggak?

Indonesia: Kalau saya sih dari awal merdeka nggak pernah ganti bendera. Kan, bendera kami Sang Saka Merah Putih yang bakal berkibar selama-lamanya di Bumi Pertiwi.

Tiongkok: Lho, bukannya kemarin kamu ganti bendera ya, Indonesia? 

Indonesia: Mana ada? Nggak pernah saya ganti bendera pusaka saya.

Tiongkok: Lha, kemarin pas kita ketemu di Thomas Cup 2020? Perasaan kamu pakai bendera yang beda deh.

Indonesia: Hmm, itu.. Itu gara-gara Mbak Wada ngasih hukuman ke saya sih.. Gara-gara katanya saya nggak comply dengan peraturan anti-doping.

Rusia: Hahahaha. First time?

(A43)

Baca Juga: Mimpi Olimpiade Indonesia Terlampau Jauh?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?