HomeCelotehFahri Hamzah Jarang Ronda Malam?

Fahri Hamzah Jarang Ronda Malam?

Melihat terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dinilai minim perencanaan politik, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut koalisi itu seperti pos ronda. Lantas, apakah benar KIB hanya perkumpulan layaknya pos ronda?


PinterPolitik.com

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyentil pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diprakarsai oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP. Menurut Fahri, partai politik (parpol) sebenarnya tidak perlu membentuk koalisi dalam sistem presidensial karena dalam sistem presidensial tidak dikenal adanya pembentukan koalisi.

Dalam sistem presidensial rakyat memilih presiden yang artinya presiden berkoalisi dengan rakyat. Sedangkan legislatif yang diwakili oleh DPR menjadi pengawas dan oposisi terhadap eksekutif.

Jika parpol berkoalisi dalam sistem presidensial, artinya mereka sebenarnya hanya membuat persekongkolan. Karena rakyat memilih anggota DPR, DPR harus menjadi oposisi, tidak boleh anggota DPR mendukung pemerintah.

Yang menarik, Fahri mengungkapkan bahwa koalisi KIB ibarat berkumpul tanpa akal. Ia mengumpamakan layaknya orang-orang yang berkumpul di pos ronda, perkumpulan tanpa perlu ada rencana sebelumnya.

kib kayak pos ronda
KIB Kayak Pos Ronda ujar Fahri Hamzah

Hmm, tapi bicara soal pos ronda, mungkin Bang Fahri ini lupa kalau pos ronda yang saat ini ada di sekitar lingkungan kita itu menyimpan kenangan dan sejarah perjuangan yang panjang.

Mungkin terdengar tak penting karena saat ini teknologi sudah menggeser fungsi pos ronda melalui kamera Closed Circuit Television (CCTV). Tapi riwayat pos ronda di Indonesia jangan disepelekan keberadaannya.

- Advertisement -

Hendaru Tri Hanggoro dalam tulisannya Melihat Indonesia Melalui Pos Ronda, mengungkapkan bahwa kemunculan pos ronda diawali dari pembentukan gardu-gardu di sekitar area pintu masuk keraton Jawa. Gardu tersebut mempunyai fungsi sebagai penunjuk kekuasaan raja saat itu.

Bahkan di era modern saat ini, perkumpulan yang kemudian hari menjadi organisasi masyarakat (ormas) juga berawal dari pos ronda. Tempat itu juga menjadi media berputarnya roda ekonomi kecil karena jadi tempat berkumpul, dan di sana segala macam obrolan dapat dibicarakan dengan cara yang hangat.

Baca juga :  Zulhas Gak Nyambung?

Jadi sebenarnya pos ronda itu bermanfaat loh, berbeda dengan pendapat Bang Fahri. Atau jangan-jangan nada komentar Bang Fahri yang terkesan negatif karena ia tidak diajak kumpul di pos ronda KIB ya? Hehehe. (I76)


Jika Indonesia Dijajah Spanyol?
spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

More Stories

NasDem-PDIP, Siapa Paling Sombong?

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem dan PDIP terlihat menjadi ajang saling sindir ketua umum partai soal “partai sombong”. Lantas, apakah Surya Paloh dan Megawati sedang saling...

Zulhas Gak Nyambung?

Baru saja dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas) langsung sidak ke pasar dan tiba-tiba berikan hadiah umrah kepada pedagang. Kenapa Zulhas melakukan...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...