HomeCelotehData Penduduk Hanya Bungkus Kacang?

Data Penduduk Hanya Bungkus Kacang?

Kecil Besar

Data pribadi milik 279 juta penduduk Indonesia dikabarkan bocor dan diperjualbelikan di forum hacker. Apa data kependudukan kita hanya dianggap bak bungkus kacang?


PinterPolitik.com

“Aduh, bocor bochorr!” – potongan iklan merek cat tembok

Halo, gengsMimin baru saja mendapatkan kabar yang cukup menyedihkan sihLhagimana nggak sedih? Wong ada kabar kalau data pribadi dari sebanyak 279 juta penduduk Indonesia tengah diperjualbelikan di forum hacker.

Ya, sebenarnya, perasaan mimin nggak hanya sedih aja sihMimin juga merasa marah dan takut. Masa iya data pribadi milik seluruh populasi Indonesia bisa diketahui oleh pihak-pihak yang bisa aja menyalahgunakannya?

Apa iya data pribadi warga-warga Indonesia yang tercinta ini bisa bocor dengan mudah seperti tiada artinya? Sedih emang kalau kesadaran soal data pribadi di negara kita ini masih rendah. Bahkan, kertas yang berisikan salinan (fotokopi) data-data pribadi – misal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) – bisa berakhir hanya menjadi bungkus makanan seperti nasi bungkus, kacang, hingga gorengan.

Baca Juga: Big Data, Solusi Corona Jokowi?

Bisa-bisa nih, kalau mata-mata asing bak James Bond membutuhkan sejumlah data pribadi di Indonesia, tinggal beli aja di abang/mas penjual kacang dan gorengan. Udah murah, nggak perlu teknologi yang mutakhir lagi buat menjalankan aksinya.

Soalnya nih, cukup sering lho kasus kebocoran data pribadi ini menghantui masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020 lalu, misalnya, sempat tuh dikabarkan kalau sejumlah data penduduk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) bocor juga ke forum hacker.

Melihat seringnya kebocoran data pribadi terjadi di Indonesia, mimin jadi teringat dengan iklan dari salah satu merek cat tembok. Di iklan tersebut, kebocoran air terjadi sangat parah dan mengganggu kehidupan rumah tangga mereka. Alhasil, si suami beli cat tembok yang akhirnya mencegah kebocoran.

Mbok ya, pihak berwajib dan pemerintah ini belajar dari iklan cat tembok ini. Masa kebocoran dibiarin bocor terus? Lama-lama bisa banjir nanti. Hmm, kan, bisa tuh disiapkan sejumlah instrumen hukum yang bisa mencegah kebocoran, misal Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang belum usai hingga kini.

Banyak lho netizen yang mempertanyakan kalau pemerintah (baca: Kementerian Komunikasi dan Informatika/Kominfo) baru gercep (gerak cepat) bila ada hal-hal yang berbau syur aja. Bahkan, ada asumsi kalau Kominfo cenderung lambat menangani perlindungan data pribadi. Masyarakat masih menanti nih “cat” anti-bocornya. (A43)

Baca Juga: Bansos Jokowi, Bencana Manajemen Data?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Bayar Rindu Pelukan Jokowi-Paloh

“Peluklah diriku dan jangan kau lepas,” – Alexa, Jangan Kau Lepas Pinterpolitik.com Akhirnya ya, setelah sempat menimbulkan berbagai isu di media, saga pelukan Ketua Umum Partai...

More Stories

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

Di Balik Mekarnya Citra Habibie

Tanggal 25 Juni dikenang sebagai hari lahir Habibie. Citranya kian harum meski telah tiada. Apa rahasia di balik reputasi yang tak pernah layu itu?