HomeCelotehAnies Baswedan, The Lone Ranger?

Anies Baswedan, The Lone Ranger?

Kecil Besar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan prestasinya di bidang transportasi kala memimpin Jakarta di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah pejabat pemerintah pusat. Apakah ini tanda bahwa Anies adalah seorang lone ranger?


PinterPolitik.com

Baru-baru ini, Indonesia merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 pada 9 Februari lalu. Pada peringatan hari satu ini, mungkin banyak yang akhirnya sadar bahwa pers dan para jurnalis (wartawan) memiliki peran penting dalam demokrasi.

Ya iyalah. Gimana nggak? Pers itu mengisi peran sebagai pilar demokrasi keempat lho – di luar eksekutif (pemerintah), legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR), dan yudikatif (Mahkamah Agung atau MA).

Hayo, kalau nggak ada pers dan para wartawan yang senantiasa mencari berita, kita-kita ini gimana coba caranya dapat informasi baru? Kalau nggak ada pers, mungkin nggak ada tuh ramai-ramai isu Madam Bansos beberapa waktu lalu. Uppss.

Nah, peran pers yang penting ini juga disadari dong oleh pemerintah. Beberapa waktu lalu, HPN 2021 ini pun diperingati lho di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kegiatan itu, hadir sejumlah pejabat – mulai Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Beberapa dari mereka juga memberikan sambutan dan pidato untuk mengucapkan selamat dan semangat pada para pewarta. Presiden Jokowi, misalnya, menyebutkan bahwa pers adalah temannya dalam kegiatan yang dilakukan beliau sehari-hari.

Tapi nih, selain Pak Jokowi, ada pidato unik dari salah satu pejabat, yakni dari Pak Anies. Dalam sambutannya, Pak Gubernur DKI Jakarta dikabarkan malah memamerkan prestasinya sebagai pemimpin eksekutif di ibu kota negara.

Pak Anies menyebutkan bahwa Jakarta kini tidak lagi termasuk dalam daftar sepuluh kota termacet lho. Padahal nih ya, hampir semua warga dari berbagai penjuru Indonesia tahu kalau Jakarta adalah kota yang dipenuhi dengan kata “macet” setiap harinya.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Baca Juga: Senjata Terakhir Anies Baswedan

Kala Anies Pamer Prestasi

Hmmtapi nih, pamer prestasi ala Pak Anies ini bisa aja sekaligus nyindir pemerintah pusat lho. Soalnya nih, ada yang bilang kalau Jakarta tidak macet karena Indonesia tengah dibayangi oleh pandemi Covid-19 lhoHehe.

Wah, berani juga ya Pak Anies kalau emang benar menyindir pemerintah pusat. Padahal kan, di kegiatan tersebut, justru banyak dihadiri oleh pejabat-pejabat pemerintah pusat, termasuk Pak Jokowi sendiri.

Kalau diibaratkan nih, Pak Anies pada HPN kemarin seperti masuk ke kandang harimau sih. Apalagi nih, banyak yang bilang kalau pihak Istana sendiri sebenarnya tidak suka dengan Pak Gubernur DKI Jakarta.

Mungkin nih, dengan kehadiran Pak Anies di kegiatan itu, Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi semacam lone ranger – bergerak sendirian tanpa didukung atau mempedulikan pihak lain. Hmm, mungkin, itu bisa jadi kesempatan juga buat unjuk diri.

Tapi, sebenarnya, Pak Anies sendiri emang menjadi lone ranger lho di dunia politik. Lhagimana nggakWong partai-partai politik yang sebelumnya mendukung revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) – seperti Nasdem – sekarang berbalik arah menolak.

Soalnya nih, ada yang bilang kalau UU Pemilu bisa merugikan Pak Anies lhoTapi, ada juga yang menekankan alasan revisi karena berkaca pada kematian ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019 lalu. Yang jelas, hingga saat ini, hanya ada segelintir partai yang mendukung revisi UU tersebut. Salah satunya adalah PKS yang mendukung normalisasi Pemilu.

Hmm, apakah PKS kini jadi satu-satunya teman Pak Anies – setelah Gerindra dikabarkan tengah pecah kongsi dengan Pak Gubernur? Mungkin nih, kalau dianalogikan dengan film The Lone Ranger (2013), Pak Anies dan PKS ini bisa jadi Kemosabe (orang yang dipercaya sebagai teman sejati). Menarik nih untuk dinanti aksi-aksi the lone ranger satu ini. (A43)

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Baca Juga: Hanya PKS Teman Setia Anies?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Puji Jokowi Untuk si Pembenci

"Ya saya kira sangat bagus. Karena beliau seorang tokoh politik yang berpengalaman. Leadership dan rekam jejak beliau, saya kira tidak diragukan lagi. Sangat bagus...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?