HomeCelotehAndai RUU PKS Sudah Disahkan

Andai RUU PKS Sudah Disahkan

Kecil Besar

“My old sister is in danger, my young sister is in danger, my aunty is in danger, my mother is in danger,” – Simponi, Sisters in Danger


PinterPolitik.com

Beberapa waktu yang lalu, netizen sempat dihebohkan dengan skandal berbau seksual sejumlah petinggi PT Garuda Indonesia. Gimana enggak, meski belum terbukti, skandal ini menyebutkan praktik yang mengarah kepada kekerasan seksual.

Terkait dengan hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir punya langkah yang sebenarnya cukup tegas. Sosok yang dikenal dengan grup perusahaan Mahaka itu, mengkaji akan melakukan pemecatan kepada orang yang diduga terlibat kasus tersebut .

Secara spesifik, Pak Erick ini juga menentang berbagai perbuatan pelecehan seksual di BUMN. Lebih lanjut, ia juga memastikan agar pelecehan seksual kepada pegawai perempuan di BUMN adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Meski begitu, Pak Erick seperti cukup menyadari bahwa dalam kasus semacam ini, dirinya gak punya kewenangan yang lebih luas selain melakukan tindakan secara korporasi. Padahal, kalau memang dugaan kasus pelecehan seksual itu benar-benar terjadi, harusnya ada hukuman yang jauh lebih besar ketimbang sekadar pemecatan dari perusahaan.

Hmmm, kalau dipikir-pikir, secara umum, aturan yang mengatur kekerasan seksual di Indonesia sendiri boleh jadi belum sepenuhnya komprehensif. Itulah mungkin sebenarnya yang menjadi salah satu penyebab hukuman kepada perilaku semacam itu masih belum sepenuhnya sempurna.

Nah, coba kalau kita pikirkan, beberapa waktu lalu, mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat sipil sempat mendorong agar DPR mau meloloskan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

RUU PKS ini dianggap penting seiring dengan tingginya angka kekerasan seksual di negeri. Selain itu, akan ada pula sistem pemidanaan dan penindakan kepada beberapa kekerasan seksual yang sebelumnya belum ada.

Andai RUU PKS ini sudah disahkan DPR beberapa waktu lalu dan gak harus menunggu sampai tahun 2020 ya. Kalau misalnya dugaan pelecehan seksual di Garuda itu benar, mungkin akan ada hukuman spesifik yang lebih tegas dan tak hanya bertumpu pada hukuman korporasi. Ah, sayang ya, RUU itu belum sempat disahkan.

Oh iya, tulisan ini cuma soal pengandaian kalau saja RUU PKS sudah disahkan loh, gak bilang kalau dugaan pelecehan seksual itu sudah terjadi. Kalau yang itu, ada pihak lain soalnya yang sudah punya urusan. Yang ini cukup fokus pada dorongan agar RUU PKS bisa segera disahkan. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...