HomeCelotehRisma Akhirnya ke Jakarta?

Risma Akhirnya ke Jakarta?

Kecil Besar

“Tunggulah aku di Jakartamu, tempat labuhan semua mimpiku,” – Sheila on 7, Tunggu Aku di Jakarta


PinterPolitik.com

Banyak orang menanti-nanti siapa yang bakal menghadapi Gubernur DKI Jakarta petahana Anies Baswedan di Pilkada 2022 nanti. Gimana enggak, sejauh ini nama Pak Anies seperti melenggang sendiri dalam percaturan politik eksekutif ibukota.

Beberapa nama kemudian dimunculkan buat menjadi lawan bagi mantan Rektor Universitas Paramadina itu. Salah satu yang paling sering disebut  tentu saja Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini alias Bu Risma.

Munculnya nama Bu Risma sendiri sama sekali gak mengejutkan. Banyak orang yang mengapresiasi kiprah Bu Risma saat menjadi orang nomor satu di Surabaya. Tak hanya itu, sejak Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, sudah banyak pihak yang ingin agar Bu Risma mau hijrah ke ibukota.

Sayangnya, mantan birokrat di Kota Surabaya itu tampak selalu enggan buat jadi Gubernur DKI. Meski sudah berkali-kali meredakan kemungkinan itu, wacana kalau Bu Risma akan melaju di Pilgub DKI masih terus-menerus ada.

Nah, pertanyaan soal akankah Bu Risma ke Jakarta ternyata juga diajukan baru-baru ini. Lalu, gimana ya jawaban Bu Risma kali ini?

Kalau kata Bu Risma, dia menyerahkan masa depan politiknya kepada Tuhan. Dia sih gak  mau bernafsu kekuasaan dan bilang kalau dia gak berani meminta bahkan memikirkan jabatan lain. Kalau dari pernyataannya sih, yang terpenting baginya adalah bisa bermanfaat bagi orang lain.

Hmmm, ternyata Bu Risma masih belum secara spesifik menyatakan kalau dia bersedia maju di Pilgub DKI Jakarta. Eh tapi, gak ada juga kata-kata, spesifik, terang, dan jelas kalau dia menolak untuk ikutan di pesta demokrasi ibukota tersebut. Apa ini bisa jadi semacam kode ya?

Kalau kita balik lagi ke pernyataan Bu Risma, gimana kalau akhirnya isyarat langit mengarahkan Bu Risma jadi ikutan Pilgub DKI? Kan bukan Bu Risma yang bernafsu atau meminta. Lagian sekarang Bu Risma udah jadi pengurus DPP PDIP, jadi bakal lumayan banyak bertugas di Jakarta.

Ya gak tahu jugalah ya, kan yang punya keputusan tetap aja Bu Risma sendiri dan aktor-aktor politik yang ada di sekitarnya. Kalau misalnya jadi maju, maka Pilgub DKI Jakarta bakalan seru banget. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...