HomeCelotehMenyoal Pandangan Mahfud Soal HAM

Menyoal Pandangan Mahfud Soal HAM

Kecil Besar

Memandangmu, walau selalu. Tak akan pernah beri jemu di hatiku,” – Ikke Nurjanah, Memandangmu


PinterPolitik.com

Sepertinya pembicaraan soal HAM masih terus hangat diperbincangkan ya. Apalagi, beberapa waktu yang lalu, baru saja diperingati Hari HAM Internasional. Praktis, banyak orang mulai kembali meremang kondisi penegakan HAM di negeri ini, salah satunya dengan menanya para pejabat tanah air.

Salah satu yang lazim ditanyai soal perkara ini adalah Menkopolhukam Mahfud MD. Nah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini punya pandangan tersendiri terkait penegakan HAM era Jokowi, khususnya pada kerusuhan demonstrasi 22 Mei beberapa waktu lalu.

Kalau kata Pak Mahfud, di demonstrasi pasca Pilpres 2019 itu, tidak ada pelanggaran HAM. Menurutnya, di kejadian itu polisi yang jadi korban serangan. Nah, dalam kondisi tersebut, polisi diamuk oleh rakyat itu  bukan pelanggaran HAM.

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur itu bilang kalau di era Presiden Jokowi hingga saat ini tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi. Menurutnya, pelanggaran HAM yang ada saat ini tuh lebih merupakan kejadian di masa lalu yang belum tuntas.

Hmmm, bener gak sih di kejadian 22 Mei itu gak terjadi pelanggaran HAM? Soalnya kan banyak aktivis dan NGO HAM yang bilang kejadian yang menghebohkan itu rentan terjadi pelanggaran HAM seiring berbagai laporan yang menunjukkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Nah, berkenaan dengan hal itu, Komnas HAM punya jawaban nih dari pernyataan Pak Mahfud itu. Berdasarkan temuan komisi tersebut, sudah jadi kesimpulan bahwa polisi melakukan kekerasan berlebihan di peristiwa 22 Mei lalu.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan kalau di peristiwa tersebut, sudah terjadi pelanggaran HAM. Meski demikian, pelanggaran HAM yang dimaksud tidak terjadi secara menyeluruh, melainkan hanya di beberapa titik saja.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?

Merujuk pada kondisi tersebut, kok bisa sih Pak Mahfud menyimpulkan kalau di peristiwa 22 Mei itu tidak terjadi pelanggaran HAM? Kan komisi yang mengurusi perkara HAM aja sudah bilang ada pelanggaran HAM, kok Pak Mahfud bisa punya pandangan berbeda?

Hmmm, kita tuh jadi harus bertanya kepada Pak Mahfud, apa ada yang menghalangi pandangan Pak Mahfud sehingga bisa berkesimpulan berbeda? Soalnya kan sebelum Pak Mahfud jadi menteri, pandangannya tergolong tajam, khususnya untuk isu-isu demokrasi semacam ini.

Semoga aja sih benar kalau pelanggaran HAM itu tidak terjadi. Oh iya, kalau pun emang beneran terjadi, semoga semuanya transparan ya dan ada penindakan hukum yang adil serta berimbang. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...