HomeCelotehNostalgia Cak Imin dan KPK

Nostalgia Cak Imin dan KPK

Kecil Besar

“Ku terjebak di ruang nostalgia,” – Raisa, Terjebak Nostalgia


PinterPolitik.com

Bosan gak sih mendengar berita tentang politisi yang dipanggil ke KPK? Kayaknya hampir setiap hari ada aja sosok aktor politik yang harus diperiksa oleh komisi anti-rasuah tersebut. Eh, tapi bosannya cukup di perkara bosan dengar banyak politisi korup aja ya, jangan bosan dengan berbagai ikhtiar memberantas korupsi.

Nah, kalau misalnya politisi yang cukup tenar yang dipanggil KPK bosan juga gak? Kalau misalnya sosok sekelas ketua umum partai yang diundang ke Kuningan, masih mau dengar dan baca beritanya gak?

Jadi, beberapa waktu lalu, Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar ini baru aja dipanggil oleh KPK. Sosok yang kerap dipanggil Cak Imin itu rencananya akan diperiksa dalam kasus suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

Meski demikian, Cak Imin ternyata belum bisa menghadiri panggilan dari lembaga anti korupsi tersebut. Oleh karena itu, KPK merencanakan akan segera memanggil kembali mantan Menteri Tenaga Kerja tersebut.

Sebelum berburuk sangka, Cak Imin ini sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Jadi ya Ketum PKB dengan masa jabatan terlama ini belum bisa diberikan penilaian macam-macam dulu.

Terlepas dari hal itu, pemanggilan Cak Imin oleh KPK ini mungkin akan memutar kembali memori tentang sejarah Cak Imin dan KPK. Dulu, ketika masih menjadi menteri, Cak Imin ini pernah dikaitkan dengan kasus korupsi yang kerap disebut sebagai kasus kardus durian.

Nah, kasus ini sendiri meski sempat membikin heboh banyak orang, ternyata tak sempat berjalan lebih lanjut, khususnya untuk Cak Imin. Padahal, dalam kasus itu Cak Imin disebut-sebut akan menerima suap yang dibungkus dalam kardus durian, meski kemudian dia membantahnya berkali-kali.

Merujuk pada riwayat tersebut, pemanggilan Cak Imin kembali oleh KPK ini boleh jadi semacam nostalgia buatnya. Dulu pernah diusik-usik keterlibatannya oleh KPK dan kini hal itu kembali terulang.

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah, apakah pemanggilan Cak Imin oleh KPK saat ini akan menguap begitu saja seperti kasus kardus durian? Ya, kita tunggu aja ya seperti apa kisah ini nanti akan berlangsung. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur

PinterPolitik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...