HomeCelotehMahfud, ‘Pembocor Aib’ Pilkada

Mahfud, ‘Pembocor Aib’ Pilkada

Kecil Besar

“Buah yang manis hanya bisa dipetik dari pemilihan bibit yang baik dan cara menanam yang benar.”


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agaimana kita bisa menggantungkan harapan pada pemimpin yang menang dari kontestasi politik yang amat curang dan jauh dari kata ideal. Terlebih ada yang muncul sebagai pemimpin tanpa konsepsi. Heuh!

Kini rasanya tak asing deh, bahkan masih terdengar sayup – sayup adanya perilaku para calon kepala daerah yang menghalalkan segala cara untuk merebut singgasana kekuasaan, weleeeh weleeeh. Sedari awal aja sudah begini, gimana nantinya kalau terpilih, ahhh syudahhhlah.

Semua kembali pada niat awalnya sih, makanya kalau sedari awal kekuasaan itu ingin direbut hanya untuk memperkaya diri dan melenggangkan kuasa sewenang – wenang, hadeuuhhh patut dilawan dan rasanya patut juga untuk dibumihanguskan, wadidawww.

Seharusnya sih kekuasaan itu dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyatnya, sehingga akan berdampak pada proses perebutan kekuasaan yang hanya dilandaskan pada pertarungan ide, bukan pertarungan uang.

Hadeuuuh, susah deh kalau uang udah ikut campur urusan politik, bisa jadi buta semuanya, ahhh syudahhhlah, miris betul.

Makanya ga aneh kalau Mahfud MD, pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi membocorkan aib kalau semua Pilkada itu pasti curang. Kalau ga curang ya ga akan menang kali ya, weleeeh weleeeh.

Sekotor itukah jalan kalau mau jadi kepala daerah? Waduhhh, ga ada gitu cara yang lebih punya makna ideal, masa kalau mau jadi kepala daerah mau tak mau harus pake cara kotor sih, ahhh syudahlah.

Yang begini nih yang bikin rusak makna politik, nantinya kan jadi diidentikkan dengan praktik yang kotor. Makanya coba ubah. Weeeeiittsss, ga sesederhana itu juga kali ubahnya, weleeeh weleeeh.

Nah makanya simak ada tiga pilihan kalau punya niatan maju jadi kepala daerah dengan kondisi yang kayak begini.

Pertama, calon harus punya hoki saat mencalonkan diri, karena para ‘pemain’ politiknya lagi ngolah calon yang lain, otomatis kita jadi bersih kan? Lolos dah, tapi bentaran doang, nanti kan pasti ketemu lagi, yah mau ga mau jadi kotor dah, weleeeh weleeeh.

Kalau yang kedua, sedari awal mencalonkan itu memang bersih, semua praktik politiknya bersih, tapi gara-gara kondisinya kotor, mau tak mau harus rela tumbang karena dicurangi, hmmm, karakter yang begini harus bisa sabar, hmmm.

Yang ketiga itu, mencalonkan diri dan ikuti arusnya yang penting menang dulu, nah kalau udah terpilih baru deh paksakan bersihin praktik kotornya.

Berisiko semuanya ya, hmmm, masa ga ada cara lainnya sih, ahhh syudahlah. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Yusril Buat PBB Terpecah Belah?

"Tidak ada kebaikan yang bisa kita dapatkan dari sebuah perpecahan, maka kunci menghindari perpecahan adalah mensyukuri perbedaan." ~Abdullah Gymnastiar PinterPolitik.com Kemunculan sosok Ketua Umum Yusril Ihza...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...