HomeCelotehGrace PSI: Jokowi Idolaque

Grace PSI: Jokowi Idolaque

Kecil Besar

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengaku tertarik terjun ke dunia politik karena terinspirasi dengan gaya kepemimpinan Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang out of the box.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ebagai partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memang belum cukup punya pengalaman di dunia perpolitikan nasional. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar partai ini siap menjadi wadah aspirasi masyarakat. Ya memang harus gitu, gak mau kan nasibnya kayak PBB atau PKPI yang gagal lolos parliamentary threshold di Pileg 2014? Hadeuh, cape deh.

Salah satu hal yang cukup menjadi pertimbangan PSI adalah, bagaimana gaya kepemimpinan yang akan mereka adaptasi ke dalam partai sehingga dapat diterapkan pada masyarakat. Salah satu caranya, ya dengan meniru gaya kepemimpinan yang sudah ada. Selama gak niru gaya kepemimpinan yang salah sih ok aja. Misalnya mengidolakan si Politisi ‘X’, eh besoknya dia tercyduk KPK. Buahahaha.

Berbeda dengan partai kebanyakan, PSI justru menjadikan Jokowi sebagai idola sekaligus role model kepemimpinan yang baik. Ketua Umum PSI, Grace Natalie, bahkan sangat terpikat dengan kepemimpinan Jokowi pada saat menjadi Gubernur DKI. Bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), gaya kepemimpinan Jokowi dalam menata kota Jakarta ketika itu terbilang out of the box. Ajib dah, warbyasah.

Politik itu gak melulu mengenai birokrasi yang rumit dan ngejelimet. Kalau kayak gitu, ujung-ujungnya rakyatlah yang dirugikan. Grace melihat, politik bisa dibuat berbeda dengan pakem yang ada, tapi tetap menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Menurutnya, Jokowi menunjukkan itu ketika beliau memimpin Indonesia. Gak sedikit sih yang kontra. Toh sejak dulu ‘Cebong’ sama ‘Kampret’ gak pernah akur.

Baca juga :  Three Kingdoms of PSI?

Contohnya nih ya, gak perlu lagi lah ngumpet-ngumpet ketika membahas anggaran. Biarkan publik bisa mengakses rincian anggaran tersebut, sehingga masyarakat dan media bisa memantau seandainya nanti ada penyelewengan dana. Partai yang menjunjung tinggi keterbukaan anggaran, tentu akan disukai rakyat banyak. Tapi di sisi lain, juga gak disukai oleh oknum mafia anggaran. Wew.

Sebagai partai baru, PSI adalah partai yang masih bersih. Semoga aja keputusan PSI untuk menjadikan Jokowi sebagai panutan diikuti oleh seluruh kader di bawahnya. Kan pasti ada aja lah ya, kader nakal yang kepincut sama manisnya uang korupsi. Gak sekarang sih, tapi nanti pasti akan datang masa godaan untuk kayak gitu. Apa nanti kader PSI akan banyak yang tercyduk KPK? Ya kita liat aja nanti ya.

Pelajaran yang gak kalah penting adalah, jangan takut menjadi partai yang tidak populis. Selama kebijakan yang diambil demi kemaslahatan rakyat banyak dan masa depan bangsa, so what gitu loh sama demo berjilid-jilid yang katanya atas nama rakyat. Gak usah takutlah dinyinyiran buzzer di media sosial. PSI sebagai partai breakthrough di Indonesia? Yoi mamen, tsadeest. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...