HomeCelotehLagu ‘Terlarang’ Perindo

Lagu ‘Terlarang’ Perindo

Kecil Besar

“Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya bahwa kebohongan tersebut adalah sebuah kebenaran.” ~ Joseph Goebbelz


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]omisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat kembali memberikan hukuman bagi lembaga penyiaran yang curi start duluan. Salah satunya, penayangan mars Partai Perindo.

Ah syudahhhlah, ini sih namanya ‘barang lama’ yang selalu tak dihiraukan. Tapi namanya juga bandel, alhasil kesalahannya selalu sengaja diulang. Sengaja loh, bukan ga sengaja. Masa iya sih mutarin mars Partai Perindo ga sengaja, ga mungkin kali ah, weleeeeeh weleeeh.

Ini bukan kali pertamanya bagi KPI memberikan hukuman bagi lembaga penyiaran yang menayangkan iklan bermuatan kampanye begitu, sudah berkali – kali!

Namun apalah daya, iklan kampanye Partai Perindo itu lagi dan lagi ditayangkan oleh empat stasiun televisi tersebut. Maklum aja, televisi itu merupakan bagian dari perusahaan milik Ketua Umum Partai Perindo. Nah loh, KPI takut emang?

Waduh, begini nih jadinya kalau pemilik media merangkap jadi Ketua Umum Partai, campur aduk sudah, weleeeeh weleeeeh.

Awalnya sih ada anggapan bahwa Partai Perindo memutarkan lagunya gratis dengan memanfaatkan televisi milik Ketua Umumnya, tapi akhirnya itu dianggap sebagai iklan katanya, bisa aja cari akal – akalannya, wadezzziiiggg.

Hmmmm, tetep aja. Kalaupun pemutaran tersebut dianggap iklan, tapi itu dilarang karena belum memasuki masa kampanye. Isi dan kandungan lagu marsnya sih ga salah, tapi yang salah itu karena diputar sebelum masa kampanye melalui media massa dimulai.

Kalau dibilangin ga boleh itu jangan diputer lagi dong, lah ini ga ada kapok – kapoknya, hadeuuuuhhhh.

Intinya sih, perusahaan televisi itu memang milik Ketua Umum Partai Perindo, mau diapain juga terserah deh.

Tapi harus diingat, bahwa televisi menggunakan frekuensi publik, jadi ga bisa sembarangan dan seenak jidat begitu. Apalagi sudah dilarang berkali-kali. Ahhhhh syudahhhlahhh. Lagi dan lagi diterobos mulu.

Lagu mars Partai Perindo kini seolah menjadi lagu ‘terlarang’, karena pemutarannya yang melanggar aturan kampanye dan mencederai independensi pers. Mau jadi apa kalau begini, woailaaaaahhh.

Apalagi Partai Perindo itu partai baru, seharusnya punya sikap yang ‘malu-malu’ untuk melanggar aturan, lah ini malah terbiasa, weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...