HomeCelotehSandiaga Peramal Kesiangan

Sandiaga Peramal Kesiangan

Kecil Besar

“Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal”.


PinterPolitik.com

[dropcap]J[/dropcap]akarta tengah giat dalam pembangunan infrastruktur, namun megahnya infrastruktur itu tak dibarengi dengan pelaksanaan proyek yang menjamin keselamatan para pekerja dengan baik.

Seperti yang terjadi pada insiden ambruknya crane di Jatinegara yang menewaskan 4 orang pekerja.

Hal yang disesalkan dari peristiwa ini ialah ternyata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno sudah mengetahu sedari awal bahwa akan terjadi peristiwa mengenaskan seperti itu.

Sandi sudah menyadari dan sudah memprediksi akan terjadi insiden seperti ini, lalu melakukan pencegahan tidak? Weleeeeh weleeeh.

Sandi jangan jadi peramal aja, harusnya jadi Wagub yang melakukan upaya pencegahan agar para pekerja dapat terselamatkan.

Lalu pertanyaannya kenapa Sandi tak mengatakannya sedari awal, ia malah datang sebagai peramal yang kesiangan? Weleeeeh weleeeeh.

Kalau sesuatu yang sudah disadari begitu kan lebih baik, jadi insiden tewasnya para pekerja bisa dicegah. Weleeeeh weleeeeeh. Apakah Sandi hanya mengumbar tebak-tebakan saja? Weleeeeh weleeeeh.

Rasanya perkataan Sandi kini sama sekali tak berguna, karena peristiwa sudah terjadi. Sandi mau mengatakan sudah memprediksinya dari kapan kek atau bagaimana kek, itu tak mengubah apapun. Seharusnya sebelum peristiwa terjadi, Sandi mengutarakan apa yang menjadi prediksinya, hmmm.

Kalau tidak ada upaya pencegahan ya sama aja bohong, tak ada manfaatnya.

Berbeda bila Sandiaga itu mengandalkan prediksinya untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan seperti insiden yang terjadi di Jatinegara ini. Itu juga kalau Sandi benar-benar bisa meramal dengan baik, ggrrrrr.

Nah, kalau prediksinya dilakukan seperti ini sih rasanya Sandi lebih bermanfaat. Tak seperti peramal kesiangan yang sok sok meramal, tapi semua sudah terjadi. Ah syudahhhlah.

Lalu, setelah kejadian ini, Sandiaga bukannya menawarkan solusi, ia sebagai Wagub malah mengeluh karena kurangnya jumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) di Dinas Tenaga Kerja.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Ettttt gimana ya, masa harus diajarin juga.

Sandi tinggal pilih aja sih atau lakukan rekrutmen Satgas dan lakukan pelatihan intensif. Selesai semua persoalan, weleeeeh weleeeeh. Gimana sih? (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...