HomeNalar PolitikPak Walkot, Jangan Tidur Dong!

Pak Walkot, Jangan Tidur Dong!

Kecil Besar

Soal ngantuk di kalangan pejabat, Papa Setnov nggak sendirian. Ternyata ada Annas Effendi juga lho. Mungkin beliau lelah?


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]ungkin ngantuk dalam acara resmi lagi booming di kalangan Pejabat. Setelah viral bersama Papa Setnov, kini berpindah ke Annas Effendi. Beliau baru-baru ini ’tertangkap basah’ ngantuk dalam kegiatan perayaan Hari Disabilitas Internasional 2017 (6/12).

Dalam acara yang diadakan di  Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih, Jalan Peta Utara, Kalideres tersebut, Pak Annas duduk tepat duduk di samping Gubernur DKI Anies Baswedan. Beliau mulai ngantuk, saat mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan warga binaan Panti Sosial tersebut.

Anas berdalih hal itu terjadi lantaran pekerjaan sebagai wali kota sangat menyita waktu tidur. Tak jarang dia harus menghadiri agenda-agenda sampai larut malam.

“Saya tuh kerjanya sampai malam. Malam-malam masih kontrol Kota Tua segala macam, maulid, undangan sana sini. Kasih tahu saja, wali kota sampai larut malam. Ngelengguk (menunduk) tuh bukan tidur. Kalau tidur, di tempat tidur. Gue enggak tidur kok. Tidur mah di tempat tidur. Kan di kursi, ngeluk dikit wajar-lah. Pasti difoto nih, sudah ada berasa gue. Sudah ada perasaan, dimuat lagi nih,” jelasnya saat dihubungi (6/12).

Ah, masa sih, Pak? Kalo ngantuk, ya jujur aja. Gitu aja kok repot? Bukankah Bapak juga pernah ke dapatan tidur di zaman Gubernur sebelumnya, eh?

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Anas tertidur dalam acara. Beliau pernah kepergok tidur saat mengikuti pidato Gubernur Jokowi terkait Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sampah. Anas tertidur nyenyak dengan kepala nyaris nyender ke bahu sebelah kanan rekannya.

Baca juga :  Djojohadikusumo-Baswedan Bertemu di 33

Gara-gara tindakannya itu, Anas sempat dicopot dari jabatannya sebagai Wali Kota Jakarta Selatan dan dimutasi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah DKI Jakarta. Ia kemudian mengaku mengantuk usai menyaksikan siaran langsung pertandingan antara Barcelona vs AC Milan.

Mungkin ke depannya, Pak Annas harus kurangi begadang dan banyak minum air putih kali ya? Biar nggak ngantuk lagi, terutama di saat menghadiri acara resmi. Kalo kepergok lagi, kan ujung-ujung Bapak yang malu sendiri kan? (K-32)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...