HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Menlu: Australia Penting bagi Indonesia

Jumlah turis Australia yang datang ke Indonesia mencapai 1,2 juta orang, namun masih terkonsentrasi di Pulau Bali. Indonesia ingin menarik turis Australia ke wilayah...

Cara Trudeau Mendekati Trump

Pihak Gedung Putih dan perwakilan Pemerintah Kanada menyebutkan, kedua negara berencana meluncurkan satu unit kerja baru, yang diberi nama, the United States Canada Council...

Sebaiknya Melapor ke Dewan Pers

Tugas jurnalis nemberikan informasi yang akurat kepada publik. Tugasnya dilindungi hukum, oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang salah satu ayatnya berbunyi:...

Jelang Pilkada, Politik Uang Merajalela

Sehari menuju hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, Rabu, 15 Februari, gerilya berbau politik uang mulai menyebar di 101 daerah yang melaksanakannya. Berbagai...

Politik Kemiskinan di Ibukota

Kemiskinan di ibukota juga memiliki kecenderungan untuk naik secara signifikan. Antara September 2015 sampai Maret 2016 misalnya, persentase kenaikan penduduk miskin di Jakarta mencapai...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?