HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Perppu Ormas, Perppu Karet?

Solusi pemerintah melibas organisasi masyarakat berideologi konservatif dan ekstrim melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017, melahirkan sebuah dilema. Di satu...

Polemik RUU Terorisme

Pembahasan Rancangan Undang-undang terorisme hampir selesai, namun ada beberapa pasal tambahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah. PinterPolitik.com Rancangan Undang-undang (RUU) Terorisme hingga kini masih terus menjadi...

Amien Bandel, Menteri PAN Didongkel?

Dahulu, kala Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan untuk bergabung dalam barisan partai pendukung pemerintah, Prabowo menyambutnya dengan pantun, "Satu dua tiga empat lima enam dalam...

Mempertanyakan Komnas HAM?

Komnas HAM akan berusia 24 tahun pada bulan Juli 2017. Namun, kinerja lembaga ini masih sangat jauh dari harapan. Bahkan desakan untuk membubarkan lembaga...

Perang 3K di Media Sosial

Saat masyarakat disibukkan oleh 3K, kita seolah lupa hal nyata yang sesungguhnya terjadi, bahwa kesenjangan ekonomi di negara ini masih buruk. PinterPolitik.com “Distracted from distraction by...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah