HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Setya Novanto Tersangka: Tumbal Politik?

Penetapan tersangka atas Setya Novanto sarat nuansa politik. Di satu sisi publik disuguhkan skandal korupsi KTP elektronik dan polemik Hak Angket KPK. Namun, di...

Menggugat Hak Pejalan Kaki

“Trotoar adalah haknya pejalan kaki, tidak ada satu pun haknya pengendara motor itu bisa berkendara di atas trotoar. Amanahnya diemban oleh kepolisian dan Kementerian...

Di Balik Pelarian Rizieq Shihab (FPI)

Rizieq Shihab belum juga kembali ke Indonesia. Namun, kepolisian tetap mengusut kasus-kasus yang menimpa dirinya. Dari Arab Saudi, Rizieq masih sering mengirimkan pesan-pesan kepada...

Neolib Goyang Jokowi-JK?

Isu neolib telah merebak di Indonesia sejak zaman Soekarno hingga kini. Di era Jokowi-JK isu ini kembali mencuat. Bagaimanakah posisi Jokowi, apakah mendukung atau...

Golkar Berguncang?

Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP, membuat Golkar maupun DPR berguncang. Akankah ia dilungsurkan dari dua jabatannya tersebut? PinterPolitik.com Dampak dari penetapan Setya Novanto...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah