HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Gatot dan Polemik Hak Politik Militer

Panglima TNI mewacanakan diberikannya kembali hak politik bagi prajurit TNI. Cita-cita institusi atau ambisi pribadi? Pinterpolitik.com Ketakutan akan kembalinya hegemoni militer atas kehidupan bermasyarakat Indonesia kembali...

Memberdayakan UKP-PIP

Agar memiliki kewenangan yang lebih besar dalam merekatkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, Presiden Jokowi menaikkan status Kepala UKP-PIP menjadi setingkat menteri. PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu,...

Rizieq dan Pelarian Politik

Tentu bagi sebagian orang, agak naif membandingkan Rizieq dengan tokoh-tokoh seperti Khomeini, Gulen dan Hasan di Tiro. Namun, fakta bahwa Indonesia tidak bisa memulangkan...

Wacana Pemindahan Ibukota

Wacana pemindahan ibukota kembali bergulir. Padahal, sejak zaman Soekarno, wacana tersebut telah ada, namun tidak juga terealisasi. Akankah kali ini Indonesia benar-benar punya ibukota...

Merealisasikan Pemindahan Ibu Kota

“Tak mungkin Jakarta berubah, jika segalanya masih bertumpuk di sana.” ~ Najwa Shihab PinterPolitik.com Sebagai Ibu Kota dan wajah Indonesia di muka dunia, saat ini Jakarta...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah