HomeCelotehTHR, ‘Alat Sogok’ Penguasa

THR, ‘Alat Sogok’ Penguasa

Kecil Besar

“Jadi kenaikan ini, menurut saya, mungkin saja ada maksud-maksud karena ini tahun politik lah, biasa. Saya kira pemerintahan-pemerintahan yang lalu juga melakukan hal yang sama.” ~ Fadli Zon


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]ukan Fadli Zon rasanya kalau tak mengeluarkan kritik yang kontroversial.

Fadli kini menyoroti kebijakan Pemerintah yang menaikkan tunjangan hari raya untuk PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan. Ada apa dibalik kenaikan ini?

Ehhmm, Fadli sangat skeptis dengan kebijakan yang baru dikeluarkan Pemerintah. Kalau dilihat dari segi kebijakannya, ada dua kecurigaan Fadli Zon yang mungkin saja benar, mungkin juga tidak, weleeeh weleeh.

Pertama, kenaikan ini dipandang biasa saja oleh Fadli. Lah terus masalahnya apa? Weeeiitttss, sabar lah. Fadli menyoroti kalau kebijakan ini tak berpihak kepada pegawai honorer.

Kenaikan ini menunjukkan kalau pegawai honorer sudah tercecer dari rencana Pemerintah.

Ehmm, tak adil sama sekali, weleeh weleeeh. Karena kalau ditinjau secara seksama, Pemerintah tak menaruh perhatian lebih terhadap para pegawai honorer.

Bukan cuma persoalan tunjangan hari raya, statusnya aja masih dibuat ga jelas, hadeuuuh. Ehmm, tahukah Pemerintah bagaimana pengabdian para pegawai honorer? Tak ada apresiasikah? Weleeh weleeh.

Sementara itu, kecurigaan kedua Fadli Zon ialah kebijakan kenaikan THR ini dinilai sebagai kebijakan populis yang diindikasikan bermuatan politik menjelang Pilpres 2019.

Wedeew, berhubung Presiden Jokowi akan maju kembali sebagai calon Presiden di Pilpres 2019. Ehmmm, jadi Fadli Zon mencurigai adanya upaya dipenghujung periodisasinya, Jokowi membuat kebijakan yang membuat sebagian konstituennya senang.

Menggunakan kekuasaan dan negara untuk kepentingan pribadi? Untuk mendongkrak elektabilitas melalui kebijakan kenaikan THR? Wedeeww, mungkin benar, mungkin juga tidak, entahlah, weleeeh weeleeeh.

Tapi sebenernya, seberapa pentingnya kah THR itu harus naik dan apa sih pertimbangannya? Jangan – jangan menaikkan THR itu malah didasarkan pertimbangan politik lagi, weleeeh weleeh, repot kalau itu alasannya, ehhmm.

Tahun politik begini, kecurigaan – kecurigaan sudah pasti bermunculan, apalagi Fadli Zon melihat kebijakan populis Jokowi yang sangat nyentrik itu coba dikaitkan dengan kepentingan politik jelang 2019.

Nah, makanya kalau kata penyair Spanyol, Miguel de Cervantes Saavedra mengatakan kalau kejujuran adalah kebijakan terbaik.

Maukah Pemerintah jujur, kiranya apa alasan yang mendasari kenaikan THR? Seberapa pentingkah?

Kalau sudah dijelaskan, ya siapa tau oposan kayak Fadli ga terlalu kenceng teriaknya, weleeeh weleeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...