HomeCelotehSuara Jokowi: Rakyat vs Parpol

Suara Jokowi: Rakyat vs Parpol

Kecil Besar

“I hear voices in my head. They council me, they understand, they talk to me,” – Rev Theory, Voices


Pinterpolitik.com

Sering banget gak sih kita denger ada orang yang melakukan sesuatu karena mendengar bisikan-bisikan? Kadang yang gini-gini kita suka sepelekan, tapi mungkin kadang harus kita anggap penting.

Nah, suara-suara ini juga menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan oleh Pak Jokowi untuk mengambil sebuah keputusan besar. Secara spesifik, suara-suara ini penting untuk dipertimbangkan dalam penerbitan Perppu KPK.

Selama ini kan parpol-parpol ini punya suara yang lumayan vokal terkait dengan Perppu tersebut. Nyaris semua partai pendukung Pak Jokowi ini menolak penerbitan Perppu KPK. Ada aja alasannya, mulai dari tidak ada kegentingan, tidak menghormati DPR, dan lain sebagainya.

Parpol ini bahkan punya ancaman mahadahsyat buat Pak Jokowi kalau sampai menerbitkan Perppu KPK. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menggulirkan wacana pemakzulan kalau Pak Jokowi sampai membuat Perppu. Seram.

Nah, sekarang ada suara lain yang terdengar selain suara parpol terkait dengan Perppu KPK, suara rakyat! Share on X

Setelah berhari-hari kita hanya mendengar suara dari parpol terkait dengan Perppu KPK, akhirnya ada suara lain. Bukan main-main akhirnya terdengar juga suara dari rakyat terkait dengan rencana regulasi tersebut.

Terus gimana hasilnya? Jadi, berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), 73,6 persen masyarakat setuju Pak Jokowi untuk menerbitkan Perppu KPK.

Hayoloh, gimana bapak dan ibu parpol di DPR? Mau gimana lagi? Rakyat akhirnya punya suara tersendiri terkait dengan Perppu KPK dan beda banget, jauh sekali dengan pandangan bapak dan ibu sekalian. Jadi, sebenarnya kader-kader parpol di Senayan ini mewakili siapa ya?

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Ya, pasti nanti akan ada berbagai upaya untuk merendahkan hasil survei dari para elite ini, ya kayak pas suara mahasiswa dianggap tidak signifikan dengan berbagai dalih. Tapi hey, bukankah para politisi ini kalau pas Pemilu suka mengagung-agungkan survei?

Nah, terlepas dari hal itu, akhirnya ada suara lain yang bisa membisiki dan mempengaruhi suara Pak Jokowi dan ini bukan main-main, suara dari rakyat!

Pak Jokowi sendiri kan sebenarnya hasil dari suara rakyat. Kayaknya, kemenangan Pak Jokowi lebih dipengaruhi sama suara rakyat daripada suara rakyat yang cuma mengincar efek ekor jas doang. Apalagi, Pak Jokowi sendiri sudah mengakui bahwa dia adalah hasil dari pilihan rakyat.

Nah, kalau kayak gitu, seharusnya Pak Jokowi tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan terkait Perppu KPK. Memang ini akan jadi semacam uji nyali beliau di hadapan partai, tapi kan mayoritas rakyat mendukung Pak Jokowi jadi harusnya nyalinya kuat dan tak usah takut.

Mudah-mudahan suara rakyat jadi suara yang dominan berbisik di kepala Pak Jokowi ya. Perkara pemakzulan kan, sudah clear dari banyak ahli kalau tidak ada hubungan langsung antara Perppu dengan pemakzulan.

Sebenarnya, selain soal suara rakyat, ada satu alasan lain lagi nih buat Pak Jokowi untuk menerbitkan Perppu. Masa sih negara kita mau punya undang-undang yang salah ketik? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...