HomeCelotehSindiran Ma’ruf Kepada Luhut

Sindiran Ma’ruf Kepada Luhut

Kecil Besar

“Honestly I wanna see you be brave,” – Sara Bareilles, Brave


PinterPolitik.com

Saga perebutan Ketua Umum Partai Golkar akhirnya berakhir juga. Setelah berbulan-bulan diisi oleh drama persaingan antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo, akhirnya Pak Bambang mundur dari bursa sehingga Pak Airlangga bise melenggang mulus jadi ketum Golkar.

Nah, di balik mundurnya Pak Bambang ini, ternyata ada beragam kisah yang menyertainya. Salah satu yang paling santer tersiar adalah soal peran Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Konon, Pak Bambang ini mundur setelah terjadi pertemuan antara elite Golkar di kantor kementerian yang dipimpin oleh Pak Luhut.

Kabar ini sampai ke telinga orang nomor dua di negeri ini yaitu Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ternyata sang kiai punya komentar khusus nih terkait dengan pertemuan itu, bukan soal hasilnya tetapi soal lokasinya.

Jadi, sang kiai ini mengritik penggunaan kantor Kemenko Kemairitman dan Investasi untuk urusan partai. Kalau kata Kiai Ma’ruf, untuk urusan partai ya tentu tidak menggunakan kantor pemerintah. Menurutnya, masalah partai ya diserahkan kepada partai.

Wah, ini dia nih sikap yang ditunggu-tunggu. Ternyata Kiai Ma’ruf bisa mengambil sikap cukup tegas terkait dengan penggunaan fasilitas negara ini.

Yang juga menjadi sorotan, kritik Kiai Ma’ruf ini tidak dilontarkan kepada sosok sembarangan. Pak Luhut selama ini kan diakui sebagai menteri yang punya pengaruh kuat, ternyata hal itu tidak menghalangi Pak Kiai untuk menyindirnya. Wah, salut Pak Kiai!

Memang sih, Pak Ma’ruf tak merinci lebih jauh soal sanksi atau teguran apa yang diberikan. Katanya, itu nanti kan jadi kewenangan Presiden. Meski demikian, hal di atas dapat menjadi awal yang baik bagi sang kiai dalam menghadapi dinamika di dalam kabinet.

Sindiran Pak Ma’ruf ini juga seolah menampar banyak pihak yang mengritiknya pada Pilpres 2019 lalu. Dulu kan ada yang menganggap Pak Ma’ruf ini hanya jadi alatnya Pak Jokowi saja. Dengan sikap ini, mungkin aja keraguan kepadanya perlahan mulai dikikis.

Semoga aja Pak Ma’ruf bisa terus menyoroti hal-hal seperti ini lagi. Misal, nanti ada pertemuan elite partai di Istana, mungkin sang kiai bisa melontarkan lagi kritiknya. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur

PinterPolitik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...