HomeCelotehSandi Keblinger Tata Tanah Abang

Sandi Keblinger Tata Tanah Abang

“Alhamdulillah banyak yang datang ke Tanah Abang, semakin banyak berkahnya. Omzet penjual pun melonjak naik. Memang sih semrawut, tapi itu karena kurangnya lahan usaha di Tanah Abang.” ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]awasan perbelanjaan Tanah Abang memang surganya konsumen berbelanja. Gak bisa dipungkiri, tempat ini kian ramai dikunjungi dari tahun ke tahun. Saking banyaknya konsumen yang berkunjung, suasananya pun menjadi serba semrawut. Ya mau gimana lagi, luas lahan gak bertambah, tapi orang yang berbelanja justru makin banyak. Bahkan terkadang, lapak para pedagang semakin menjalar ke trotoar dan jalan-jalan.

Dan uniknya, Pemprov DKI justru memfasilitasi para pedagang ini untuk secara legal berjualan di trotoar dan jalan-jalan sekitar Stasiun Tanah Abang. Ya maklumin aja, toh memang sedari awal masalah utama kesemrawutan Tanah Abang gegara kurangnya luas lahan.

Padahal eike dulu masih inget Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga bilang beda deh. Tahun lalu Sandi pernah bilang kalau biang kerok penyebab semrawutnya Tanah Abang karena pejalan kaki. Wedew. Dan kini dia lanjut melemparkan sumber masalah itu pada sempitnya lahan Tanah Abang. Wow, super sekali!

Kenapa setiap ada satu kendala di Tanah Abang, harus ada obyek yang perlu dipersalahkan sih? Sebagai pemimpin yang baik, dia harusnya menahan pernyataan yang unfaedah kayak gitu. Daripada membicarakan yang masih debatable, mendingan Sandi fokus pada langkah pembenahan Tanah Abang.

Emangnya kalau lahan udah kesempitan, terus Sandi mau melebarkan kawasan Perbelanjaan Tanah Abangnya? Apa perlu satu Kecamatan Tanah Abang nantinya dijadiin lokasi jual beli? Aya aya wae ah. Padahal Anies-Sandi punya Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) loh. Jumlah mereka kan ada 73 orang.

Baca juga :  Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

Masa gak ada satu pun yang bisa memberikan masukan lebih berfaedah, agar Tanah Abang lebih tertata dengan baik meski masyarakat banyak berkunjung untuk berbelanja? Hadeuh. Masa anggaran TGUPP doang sih yang digedein jadi Rp 28 miliar dari sebelumnya Rp2,3 miliar. Tapi sumbangsih kerjanya untuk pembangunan jakarta nol besar.

Jangan bilang, kalau alasan kurangnya luas lahan cuma dijadikan sebagai alibi untuk bisa menggelontorkan dana lebih untuk pembangunan gedung baru pusat perbelanjaan Tanah Abang? Jiah, ujung-ujungnya nyairin anggaran toh. Mau mark up anggaran ya? Ingat loh ya, menata itu gak mesti melulu harus membangun yang baru!

- Advertisement -

Pemimpin kok kebanyakan teori, tapi kerja nyatanya memble kayak gini. Segala kebijakan yang dikeluarkan malah justru membuat Tanah Abang kian semrawut. Sebagai Pemimpin Jakarta, sebaiknya Sandi merenungkan perkataan filsuf Voltaire (1694-1778): “Let us work without theorizing, this the only way to make life endurable.” (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...