HomeCelotehRidwan Kamil ‘Bungkam’ Jenderal

Ridwan Kamil ‘Bungkam’ Jenderal

“Kita tidak boleh mendahului. Nanti setelah ada keputusan dari KPU, barulah kita lakukan dengan cara baik dan gembira. (Semua) adalah warga Jawa Barat yang akan saya lindungi dan tolong hidupnya,” ~ Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]unia politik demokrasi dewasa ini memang sudah semakin berkembang. Umumnya diawal kelahiran sebuah negara demokrasi memang selalu didominasi oleh kepemimpinan berbasis latar belakang militer. Mungkin itu didasari dari pemahaman masyarakat bahwa militer akan lebih baik dari sipil jika mereka memimpin sebuah negara. Namun kini paradigma itu udah mulai berubah. Masyarakat sudah mulai menaruh harapannya pada warga sipil sebagai calon pemimpin mereka.

Gak hanya di tataran sebuah negara aja loh, sosok pemimpin sipil juga diidamkan di level Gubernur. Misalnya saja pada Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang ada di Jawa Barat. Salah satu paslon, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum berhasil menumbangkan dua jenderal di Pilgub Jawa baratberdasarkan perhitungan cepat (quick count).

Saik mamen. Ini baru idolaque. Kalau buat eike sih pimimpin itu lebih cucok kalau dari kalangan sipil. Rasanya kalau dipimpin sama militer agak gimana gitu rasanya di hati. Ada waswas dikit. Mungkin karena masyarakat udah jengah kali ya sama kepemimpinan Pak Harto yang konon kabarnya otoriter. Mmm.

Selain itu setidaknya dalam sosok Bang Kamil ini, terlihat sebagai seorang pemimpin berprestasi. Apa lah arti jargon ketegasan yang diklaim hanya milik kaum militer, kalau dia gak bisa memberikan sebuah prestasi nyata bagi perkembangan daerah setempat. Jadi wajar kalau warga Jabar kepincut sama Kamil.

Yang jauh lebih penting itu bahwa sosok Bang Kamil dinilai memiliki semangat civil society yang tinggi dibanding kandidat yang lain. Toh ujung dari menjadi seorang Gubernur itu adalah mengabdi untuk masyarakat di daerahnya. Bukannya setelah menjabat terus ngumpet dari konstituennya. Aya aya wae ah.

Mau menilai masalah ketegasan? Masih ragu kalau sipil juga bisa setegas para Jenderal itu? Nih ya eike kasih tau, di bawah instruksi Bang Kamil, Bandung berkembang semakin ciamik loh. Itu artinya seluluh jajaran di bawahnya terkodinir dengan rapi dan taat dengan pimpinan. Udah gak jamannya melihat sipil gak lebih tegas.

Baca juga :  Tim Bola Para Politisi

Tapi semua akan kembali pada track record-nya loh ya. Kalau asal sipil, sekalipun artis senior papan atas Indonesia, kalau di mata masyarakat dia gak cukup berprestasi dalam membangun daerah setempat, ya udah deh say bye bye aja. Ini karena masyarakat zaman now lebih pintar memilih calon pemimpin mana yang pantas dan layak untuk memimpin daerahnya. (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...