HomeCelotehProgram Bualan si Rajawali Ngepret

Program Bualan si Rajawali Ngepret

Kecil Besar

“Salah satu program saya sebagai Capres, saya berencana memenjarakan 100 pejabat jahat. Kita akan kirim para penjahat itu ke Pu‎lau Malaria. Kalaupun meninggal di sana, yang membunuh nyamuk.” ~ Rizal Ramli.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]da-ada saja tingkah polah mantan Menko Maritim Rizal Ramli dalam mempromosikan dirinya sebagai penantang Presiden Petahana Joko Widodo, di Pilpres 2019. Saking menggebunya ingin nyapres, dia sampai melakukan roadshow ke beberapa daerah dan sejumlah kantor media untuk menyampaikan program unggulannya.

Tapi bukan Bang Rizal kalau gak kontroversial ya. Pemilik julukan ‘Rajawali Ngepret’ ini menjanjikan -dalam salah satu programnya- akan menerapkan hukuman penjara bagi 100 pejabat jahat ke Pulau Malaria. Waduh, cius ni, mi apa coba? Kician amat ya para penjahatnya nanti digigitin nyamuk, hahaha.

Tapi memang itu tujuan dasar program Bang Rizal. Jadi sekalipun nanti penjahat ini mati, ya gak ada bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan. Toh yang membunuh si nyamuk. Hahaha, kok eike KZL ya dengernya. Gak bisa kurang jahat lagi nih Bang? Sekalian aja mereka disuntik euthanasia!

Selain itu, dia juga mau menghapuskan sistem demokrasi Indonesia yang dianggapnya merupakan demokrasi kriminal. Katanya sih, demokrasi yang diadaptasi dari Amerika ini lebih banyak mudarat-nya. Buktinya, banyak kepala daerah dari partai politik yang terjerat kasus korupsi. Lah apa urusannya ya?

Bang Rizal itu maunya Partai di biayai oleh negara. Ya ala-ala di sistem di Eropa gitu deh. Kalau pake sistem itu, katanya sih pejabat gak bakalan korupsi, karena partai gak merongrong kadernya untuk cari duit. Ini partai apa Lembaga Swadaya Masyarakat? Kok minta dana pembiayaan dari pemerintah?

Etdah, bilang aja Bang Rizal minta disokong sama partai politik yang pro dengan program bualan iming-iming ini. Belum lagi idenya untuk menaikan gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang katanya bisa meningkatkan ekonomi dan daya beli masyarakat. Cie, PNS dapet hembusan angin surga dari Bang Rizal.

Waduh, orang yang kek gini ini yang mau maju jadi Capres? Hadeuh, kayak gak ada pilihan lain aja sih masyarakat Indonesia. Kalau segitu ngebet-nya mau nyapres, mending Bang Rizal bikin partai sendiri aja. Dan namai partainya dengan nama Partai Rajawali Ngepret. Cucok bingit tuh. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...