HomeCelotehPrabowo Menang Banyak

Prabowo Menang Banyak

“Bersiaplah, bersiaplah. Berjuang tuk menjadi pemenang,” – Sheila on 7, Pemenang


Pinterpolitik.com

Ada yang aneh di pertunjukan pemanggilan calon menteri oleh Pak Jokowi beberapa waktu lalu. Kalau biasanya seorang presiden memanggil sosok yang diperkirakan akan jadi “teman”-nya untuk lima tahun ke depan, Pak Jokowi justru sekarang malah memanggil musuh bebuyutannya sendiri.

Orang yang dimaksud itu adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Wah, kok bisa ya lawannya Pak Jokowi sendiri dipanggil untuk jadi menteri? Bukannya waktu Pemilu sempat bertarung cukup sengit ya?

Kalau Pak Prabowo akhirnya resmi merapat jadi menteri Pak Jokowi, cukup bingung juga sih, kok bisa gitu ya sosok yang kalah bergabung dengan yang menang. Terus, buat apa ada kompetisi kalau misalnya yang kalah bergabung dengan menang?

Sebenarnya gak bingung sih pertanyaan siapa yang menang dan yang kalah. Kayaknya, cukup aman nih untuk bilang bahwa pemenang sebenarnya adalah Pak Prabowo. Soalnya kan Pak Prabowo gak harus susah-susah memenangkan Pemilu secara resmi, tetapi tetap mendapatkan kursi tersendiri. Hmmm.

Kalau melihat kisah Pak Prabowo ini para penggemar basket mungkin akan teringat dengan kisah Kevin Durant. Dulu, Mas Kevin ini kan sempat mencapai Final NBA Wilayah Barat bersama timnya Oklahoma City Thunder. Sayangnya, ikhtiar Mas Kevin dan Thunder kala itu harus dikandaskan oleh Golden State Warriors.

Mantap. Pak Prabowo diisukan merapat ke kabinet Pak Jokowi. Eh tapi, ribut Pemilu kemarin untuk apa dong? Click To Tweet

Nah, ternyata di tahun 2016, Mas Kevin ini malah memutuskan untuk bergabung dengan tim yang mengalahkannya tersebut. Banyak yang mencibir keputusan tersebut karena Mas Kevin dianggap hanya ingin mendapatkan kejuaraan dengan mudah.

Baca juga :  Perjanjian FIR, Jokowi Dipermainkan Singapura?

Gimana, cukup mirip kan kisah Pak Prabowo dengan kisah Mas Kevin ini? Sepertinya, baik di olahraga maupun di politik ini ada istilah yang sama yaitu, if you can’t defeat them, join them. Ckckck.

- Advertisement -

Dari sinilah Pak Prabowo bisa dianggap sebagai pemenang, karena seperti Mas Kevin, sang jenderal juga bergabung dengan tim yang menang yaitu timnya Pak Jokowi.

Kemiripan kisah ini sebenarnya bisa saja bukan cuma soal gabung-gabungannya doang. Jadi, di Golden State Warriors itu kan sebenarnya udah ada pemain bintang dalam diri Stephen Curry. Nah, kedatangan Mas Kevin ini mengurangi aura kebintangan Mas Stephen di tim itu.

Puncaknya, di final NBA tahun 2017 dan 2018, meski Mas Stephen masih sangat jago, penampilan Mas Kevin terlihat lebih memukau sehingga ia berhasil mendapatkan gelar pemain terbaik final NBA di dua tahun tersebut.

Nah, bukan gak mungkin kisah Durant-Curry ini terjadi di antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Bukan tidak mungkin Pak Prabowo punya pengaruh kuat sehingga bisa menyaingi aura kebintangan Pak Jokowi.

Apalagi, Pak Jokowi sudah memasuki periode kedua yang dianggap periode lame duck, sementara Pak Prabowo masih mungkin melaju di Pilpres 2024.

Berdasarkan hal-hal tersebut, bisa saja dinilai kalau Pak Prabowo ini menang banyak banyak nih dari potensi merapatnya beliau ke Pak Jokowi. Mantaplah kalau gitu. Eh tapi, habis ini akan mewabah gak ya formula if you can’t defeat them, join them seperti itu? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

- Advertisement -

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...