HomeCelotehPKS Ampuni Dosa Samad?

PKS Ampuni Dosa Samad?

“Saya nggak setuju dia jadi capres PKS, karena dia punya dosa yang tidak bisa dimaafkan. Karena PKS hampir bubar gara-gara dia menangkap Luthfi Hasan Ishaaq menjelang Pemilu 2014.” ~ Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]antan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad gercep menyambangi kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis lalu. Dalam kunjungannya tersebut, Samad langsung diterima oleh Presiden PKS, Sohibul Iman. Katanya sih si Samad mau direkomendasikan kepada Majelis Syuro PKS sebagai Calon Presiden alternatif yang akan diusung dalam Pilpres 2019 mendatang.

Jika ditambah Samad, artinya nanti PKS punya 10 nama kandidat Capres dung ya? Lah, banyak amat. Ya palingan si Samad disuruh ngantri dulu. Ya kali udah datang belakangan, eh ujuk-ujuk bisa langsung yang terdepan mewakili PKS. Lagian belum tentu juga kader dan simpatisan PKS ikut mendukung kalau Samad nantinya diputuskan menjadi kandidat Calon Presiden unggulan dari PKS.

Buktinya, ada nih kader senior yang paling getol menolak sosok Samad dalam daftar Capres PKS. Siapa lagi coba kalau bukan Fahri Hamzah. Pasalnya Bang Fahri punya dendam kesumat sama si Samad ini. Menurutnya Samad punya dosa besar terhadap PKS saat dia mencyduck Mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq pada tahun 2014. Wah, bener juga tuh kata Bang Fahri.

Udah obok-obok partai orang lain, eh Samad sekarang malah mau minta restu tiket pencapresan dari PKS. Aya aya wae ah. Itu muka tebel amat ya. Apa emang udah gak punya muka? Warbyasah. Jadi penolakan Bang Fahri ini sebenernya cukup rasional loh. Ya demi martabat partai gitu deh. Lah, tapi masa Presiden PKS-nya sendiri malahan woles aja tuh. Eike kan jadi keki ngeliatnya.

Baca juga :  Anies Baswedan, "Keturunan" Peaky Blinders?

Ya sudah lah, mungkin Sohibul gak mau ambil pusing dengan kasus itu. Toh dendam kesumat Fahri terkait Luthfi Hasan Ishaaq ini juga gak cukup beralasan kok. Karena mantan Presiden PKS itu terbukti dalam persidangan melakukan korupsi dan pencucian uang. Jadi wajar kalau Luthfi divonis 18 tahun penjara dengan rincian 10 Tahun untuk kasus korupsi terkait suap impor daging di Kementan dan 8 tahun untuk pencucian uang.

Jadi si Samad gak salah-salah amat lah ya mencyduck Luthfi yang ketika itu memang sedang mempersiapkan diri maju sebagai Capres dari PKS. Bang Fahrinya aja yang baperan. Tapi sebenernya aneh aja sih sama tingkah pola si Samad ini. Padahal waktu menjabat dulu, dia lebih cenderung berpihak ke Demokrat deh. Gak percaya? Nih ya eike kasih buktinya!

Kalian masih inget pas Samad banyak memuji Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara Alfito Show di stasiun televisi swasta tahun 2015 silam? Kayaknya saat itu dia lagi merayu agar bisa diajak masuk ke Demokrat kali ya. Karena pupus harapan sama Demokrat, jadinya sekarang melipir ke PKS deh. Mungkin PKS udah mengampuni dosa besar yang dibikin Samad dulu kali ya? (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Prabowo dan Kucing-kucing Politik

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyapa followers-nya dengan foto kucing di Twitter. Inikah kucing-kucing politik ala Prabowo Subianto?

Siapa Cocok Jadi Cawapres Ganjar?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebut eksistensi calon pengantin adalah syarat pertama nikah. Bagaimana dengan cawapres buat Ganjar?

Kaesang, Milenial-Gen Z Tipikal?

Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dikabarkan tertarik untuk masuk politik. Apakah Kaesang ini Milenial-Gen Z tipikal?

Di Balik ‘Panggil-panggil’ ala Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) panggil banyak figur, mulai dari menteri, pimpinan partai, pimpinan ormas, hingga akademisi. Ada apa di balik ini?

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

Ganjar Perlu Kalkulasi Lagi di 2024?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Rawon Kalkulator di Surabaya. Apa Ganjar perlu belajar 'kalkulasi' 2024 ke mereka?

AHY Bukan Jodoh Anies di 2024?

Partai Demokrat telah umumkan dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tetapi serahkan cawapres ke Anies. Apakah AHY bukan jodoh Anies?

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...