HomeCelotehPimpinan DPR ‘Lindungi’ Koruptor?

Pimpinan DPR ‘Lindungi’ Koruptor?

Kecil Besar

“Komisi III mengkaji bukti-bukti yang menunjukkan aparat daerah melakukan tindak pidana korupsi, agar KPK tidak melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas penangkapan pelaku (error in persona).” ~ Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]orupsi memang biang kerok yang menghambat negeri ini untuk maju. Untuk itu apa pun bentuknya, tindak korupsi sebaiknya dihindari. Tapi yang namanya uang haram pasti enak lah. Mana ada sih manusia yang gak tergoda, cuma modal usaha dikit, tapi mendapat uang yang banyak? Nah, biasanya sih penyakit model kayak gini menjalar di beberapa Kepala Daerah di Indonesia.

Mungkin mereka kira yang namanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu gak ada kali ya. Emangnya mereka anak kemarin sore? Kok sampe gak tau KPK? Aya aya wae ah. Anak zaman now aja udah pada tau. Jadi wajar aja kalau kita sering denger Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus korupsi Kepala Daerah.

Mereka gak pembelajar banget. Padahal setiap ada OTT, pemberitaannya selalu disiarin di berbagai media. Eike husnudzon aja deh, mungkin mereka gak punya smartphone untuk akses berita. Hadeuh. Tarus apa iya Kepala Daerah ini masih berani ikut-ikutan korupsi karena gak tau kalau bakal dicyduck KPK?

Pusing pala barbie ah mikirin tindakan konyol mereka ini. Dan mau tau guys, gegara kasus terbaru OTT Tulungagung, Blitar, dan Purbalingga, dalam waktu satu pekan sebelum Lebaran, bikin keki Pimpinan DPR loh. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo sampe menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengawasan.

Mantap jiwa. Ini baru yang namanya reaksi tanggap anti korupsi. Eits, jangan keburu seneng dulu guys. Masalahnya yang diawasi itu bukan Kepala Daerah pelaku koruptornya loh. Lah, kalau bukan mereka, siapa dung yang hendak diawasi sama DPR ini? Justru DPR ini bermaksud mengawasi tindak tanduk KPK.

Jiah, cape deh. Apa coba maunya DPR ini? Terkait kasus OTT ini, Bambang Soesatyo memang baru aja menginstruksikan Komisi III mengkaji bukti-bukti yang menunjukkan aparat daerah tersebut melakukan tindak pidana korupsi. Alasannya sih agar KPK gak melakukan kesalahan prosedur penangkapan pelaku.

Sa ae lau. Palingan kalau eike suudzon, tindakan reaktif ini bertujuan untuk mengamankan agar efek korupsi itu gak menjalar ke mana-mana. Ke mana tuh? Ya ke partai yang menaungi Kepala Daerah itu sendiri lah. Tau sendiri deh kalau biasanya korupsi itu berjamaah dan partai termasuk yang kebagian.

Tapi ya sudah lah, apa pun itu cuma Tuhan, para pelaku koruptor dan partai terkait yang tau jawabnya. Setidaknya maksud DPR mengawasi KPK ini baik kok. Karena DPR berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi dengan memperhatikan asas persamaan hak di muka hukum dan praduga tak bersalah. Mastah. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...