HomeCelotehKarangan Bunga Gaje Sam Aliano

Karangan Bunga Gaje Sam Aliano

Kecil Besar

“Saya selaku calon presiden Republik Indonesia mewakili para relawan dan rakyat Indonesia berterima kasih kepada Argentina karena pembatalan pertandingan dengan Israel.” ~ Kandidat Calon Presiden, Sam Aliano.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ebagai salah satu kandidat Calon Presiden, Sam Aliano memang kerapkali terlihat beda. Ya tentu aja bukan beda pada penampilan fisiknya loh ya. Kalau itu mah udah pasti beda. Tapi beda di sini karena Sam seringkali muncul di media dengan angle pemberitaan yang unik. Ya seperti yang baru-baru ini dilakukan Sam di Kedutaan Besar Argentina pada Kamis lalu.

Lah, di saat Capres lain pada sibuk mencari Cawapres dan mencari dukungan tambahan dari Partai lain, ini si Sam malah melipir ke Kedubes. Emangnya di sana ada apa coba? Mmm, oh, eike tau. Ternyata kedatangan Sam ke situ dalam rangka mengapresiasi pembatalan laga uji coba Argentina versus Israel.

Sepertinya Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) ini melek politik internasional ya. Saik mamen. Boleh juga lah ya. Dari pada Presiden kuper, ya eike mah mending pilih yang model kayak gini. Udah tamvan HQQ, pinter lagi. Ibarat lagu Andra and The Backbone, ‘Sempurna’. Si Sam emang tsadeest.

Bahkan si Sam ini berjanji, jika menjadi Presiden kelak, maka dia akan menolak Israel untuk masuk ke Tanah Air. Sebab, Israel dipandangnya telah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina. Gak banyak cincong langsung gercep. Capres idaman banget deh.

Tapi kalau dipikir-pikir unfaedah banget gak sih apa yang dilakukan sama si Sam ini? Ok lah ide kebijakannya di awal-awal cukup sesuatu, seperti menghapus hutang Indonesia dan umrah gratis. Tapi untuk urusan karangan bunga selamat pada Argentina ini sungguh gak penting banget bagi negeri ini. Wew.

Ya namanya juga – kata orang loh ya – Capres becandaan, jadi perannya cuma sekedar meramaikan hiruk pikuk perpolitikan Indonesia. Mungkin dia sadar diri cuma figuran aja, jadi cuma bisa melakukan hal yang remeh temeh kek gitu. Kandidat yang non Partai lain aja udah pada sibuk melalang buana cari dukungan Partai. Lah, ini sibuk nyari simpati rakyat sama sentimen anti Israel. Ya kali modal kayak gitu bisa jadi Presiden di Indonesia. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...