HomeCelotehPil Pahit Gus Ipul

Pil Pahit Gus Ipul

Kecil Besar

“Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri di sini. Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada. Bahwa hatiku kecewa…”~ Bunga Citra Lestari


PinterPolitik.com

[dropcap]G[/dropcap]us Ipul menelan pil pahit dan rasa kecewanya saat tahu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dulu ia perjuangkan justru berbalik arah menjadi lawan di Pilgub Jawa Timur.

Pupus sudah harapan bisa bersanding dengan PPP. Pahit sekali ya. Kalau pahitnya pahit kayak kopi sih enak, tapi kalau pahit nasib itu yang repot. Weleeeh weleeeh.

Tentu Gus Ipul perlu menghargai proses dan baru kita akan tau betapa kita butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai sesuatu.

Mungkin ini kalimat motivasi yang bisa mengobati luka dan rasa kecewa Gus Ipul ya. Karena dunia politik itu dinamis, artinya diantara Gus Ipul dan PPP harus memiliki kontrak politik yang jelas.

Kalau suka menggantung, ya jangan salahkan siapa – siapa kalau akhirnya akan ada yang membelot dan dikecewakan. Weleeeh weleeeh, Hidup adalah perjuangan.

Tapi, masa lalu hanyalah masa lalu, tutup saja buku kenangannya. Jangan diungkit – ungkit lagi ya Gus. Masa iya mau baca buku yang sama, kan udah tau ceritanya akan selalu sama. Hehehe.

Jangan sampai akibat PPP yang nyebrang ke kubu lain terus Gus mau mengungkit hal – hal yang dulu pernah dilakukan. Ga ensss banget rasanya. Ungkit uang pendaftaran lah, inilah itulah. Wadeziggggg. Tak usah dilanjutkan lagi Gus, cukup.

Emangnya Gus nanti mau dibilang begini sama PPP. “Sesempit itukah kacamatamu, menilai seutuhnya diriku hanya dari hari yang lalu?” puitis banget nih PPP hehehe.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Kalau belum ada kontrak politik yang jelas, wajarlah PPP mampir ke rumah tetangga, mungkin rumputnya lebih hijau.

Kalau partai kan sekarang lebih baik merapat dengan yang berpeluang menang. Jadi kuncinya Gus harus meyakinkan bahwa Gus bisa menang.

Kalau gitu kan bisa tenang bawa pulang tiket dari PPP. Kalau ga bisa yakinin ya jangan salahin PPP-nya dong.

Kenangan ditutup saja Gus. Mau pahit atau manis itu kan sudah dilalui.

Apalagi ngomongin ada uang pendaftaran yang suka dibilang uang mahar atau apa ya Gus? Weleeeh weleeeh

Sudahlah, yang terpenting berikanlah pelajaran bagi si masa lalu, bahwa ia akan menyesal tak bersama Gus di pesta kemenangannya nanti.

Cuma ga tau nih siapa yang akan berpesta kemenangan nantinya, weleeeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...