HomeCelotehPemprov DKI dan Buyarnya Mimpi

Pemprov DKI dan Buyarnya Mimpi

Kecil Besar

“Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi,” – Anggun, Mimpi


Pinterpolitik.com

Mau jadi orang kaya secara mendadak? Ayo wujudkan mimpimu! Caranya mudah, cukup jadi amat sangat terkenal di media sosial dan raihlah status sebagai influencer!

Menjadi influencer mungkin kini tengah menjadi cita-cita yang begitu digandrungi oleh banyak anak muda negeri ini. Tak perlu kemampuan khusus seperti teknik sipil, kedokteran, atau fisika nuklir, menjadi influencer menawarkan janji kekayaan dengan cara yang mudah.

Ragam sumber pundi-pundi kekayaan mulai dari paid promote hingga endorsement jadi sumber aliran harta yang digemari oleh banyak anak muda saat ini. Eits, ternyata bukan hanya itu yang dapat membuat seseorang dengan status influencer ini akan tajir melintir dalam waktu singkat.

Ada dua kata sebenarnya untuk mewujudkan mimpi itu yaitu: proyek pemerintah.

Beberapa waktu lalu, Pemprov DKI misalnya sempat hampir akan mewujudkan mimpi-mimpi anak muda penggila media sosial untuk jadi kaya mendadak. Tidak tanggung-tanggung, Pemprov DKI sempat akan menganggarkan duit sekira Rp 5 miliar untuk membuat para influencer bergelimang harta.

Caranya cukup sederhana, para pegiat media sosial itu hanya perlu melakukan aktivitas promosi pariwisata dan budaya melalui media sosial. Mudah bukan?

Kata kaya mendadak atau bergelimang harta di atas sebenarnya bukan sesuatu yang berlebihan karena dan Rp 5 miliar itu akan dibagikan kepada 5 influencer sahaja alias satu orang akan mendapat aliran fulus kira-kira Rp 1 miliar.

Mantap, Pemprov DKI ini memang jadi semacam sosok pewujud mimpi yang andal buat para pegiat media sosial yang silau akan kekayaan. Kalau diibaratkan, Pemprov DKI ini bertindak bak reality show Uang Kaget yang memberikan uang besar untuk mewujudkan mimpi seseorang.

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik

Sayangnya, ternyata mimpi itu hanya akan jadi sekadar mimpi. Pemprov DKI belakangan ini mengaku kalau anggaran selangit itu kini sudah dihapus dari RAPBD 2020. Ya, sirna sudah harapan para influencer untuk jadi kaya mendadak tertimpa uang kaget dari Pemprov DKI.

Alasan dari batalnya upaya mewujudkan mimpi itu cukup klasik: kondisi keuangan.

Terlepas dari kandasnya mimpi para influencer itu, kasus batalnya anggaran untuk promosi pariwisata ini sebenarnya jadi gambaran bagaimana penganggaran di Pemprov DKI ini perlu diawasi secara ketat. Sudah tahu banyak prioritas tapi keuangan cekak, kok ada program seperti itu?

Adanya program semacam itu mungkin jadi semacam alarm bagi masyarakat DKI untuk mengawasi anggaran daerah mereka. Kalau tidak, mungkin aja mimpi lain yang batal atau justru ada segelintir pihak yang diuntungkan karena mimpi mereka diberikan dana tersendiri. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...