HomeCelotehPede Jokowi Menunggu Lawan

Pede Jokowi Menunggu Lawan

Kecil Besar

“Bertanding kalau ada partnernya itu lebih enak. Itu nggak masalah bagi Pak Presiden. Karena pasti beliau sudah mengkalkulasi mana-mana daerah yang sudah oke mendukung.” ~ Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enduduki jabatan tanpa adanya persaingan yang berarti, rasanya gimana gitu ya. Gak kece aja, hambar kayak roti tawar. Begitulah rasanya jika nanti Presiden Petahana Jokowi ternyata menang Pemilihan Presiden 2019 karena melawan kotak kosong. Wedew, jangan sampe kejadian deh.

Ya jangan sampe lah ya. Eike yakin, Jokowi lover juga pasti gak mau junjungannya menang begitu aja tanpa ada kompetitor. Gak afdol aja, kayak ada yang kurang gitu. Jadi saat kita tahu Gerindra dalam Rakornasnya kemarin mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres, pihak Istana turut mengapresiasi.

Tapi pemberian apresiasi itu disertai dengan rasa kepercayaan yang tinggi. Kalau kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sih, itu karena Presiden Jokowi sudah punya kalkulasinya tersendiri dalam menyikapi pengusungan Prabowo sebagai Capres oleh Gerindra. Cius, mi apa coba?

Moeldoko menjelaskan, kalau Presiden Jokowi telah melakukan kalkulasi suara yang akan diraihnya di setiap daerah dalam kontestasi Pilpres 2019. Ibarat kata nih ya, hampir dipastikan setiap suara di daerah sudah dikunci untuk kemenangan Pakde Jokowi pada Pilpres mendatang. Tapi apa itu aja udah cukup?

Bagaimana dengan tingkat kepercayaan warga sama kepemimpinan Jokowi selama 3,5 tahun ini, apa cukup berprestasi sehingga layak dipilih kembali? Jadi masayarakat diharapkan gak memilih berdasarkan rasa like and dislike atas siapa kandidat Capres yang akan dipilihnya loh ya. Tapi lihat kinerjanya juga!

Kalau kita mengintip-intip teori menurut Jack Snyder, sebuah negara akan mulus melaksanakan demokrasi bila terpenuhi 3 hal utama, yaitu negara tersebut memiliki ekonomi merata, memiliki kedewasan politik, dan pelaksanaan hukum yang adil. Apa Pakde Jokowi sudah menjalankan ketiganya dengan baik nih?

Baca juga :  Lapar yang Tidak Ikut Libur

Apalah arti kepedean Pak Moeldoko dengan sesumbar mengenai kalkulasi perolehan suara yang akan diperoleh Pakde Jokowi di setiap daerah, kalau ekonomi rakyat tidak merata. Kesejahteraan rakyat aja belum merata, eh kok cuma mau suaranya aja saat Pilpres. Mmm, jangan gitu ya Pakde, auto dosa loh nanti!

Tapi eike rasa, mengenai pemerataan ekonomi tadi, udah dilakukan dengan baik dalam program Nawacita Jokowi-JK. Toh, pelaksanaan pemerataan ekonomi itu dilakukan dengan program yang mengutamakan pembangunan dari pinggiran daerah di Indonesia. Dulu kan pembangunan cuma Jawasentris. Kalau sekarang hampir seluruh daerah ada pembangunan, ya termasuk di Indonesia Timur. Tsadeest. (K16)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Menkominfo “Membunuh” Online Shop?

“Bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi, tetapi bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari”. – Najwa Shihab Pinterpolitik.com Dampak demonstrasi dan kericuhan 21-22 Mei...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...