HomeCelotehPDIP Doublespeak Soal Korupsi?

PDIP Doublespeak Soal Korupsi?

Kecil Besar

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.” ~Bung Hatta


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]etiap hari, media massa di tanah air tidak ada capek-capeknya memberitakan soal kasus korupsi. Setiap hari ada saja yang korupsi. Kayaknya benar deh kata budayawan Sujiwo Tejo, dibanding batik atau reog Ponorogo, kenapa budaya korupsi tidak dipatenkan sebagai budaya warisan bangsa kita saja?

Katanya korupsi itu ibarat penyakit menular yang pelan-pelan dapat mematikan dan menciptakan kerusakan yang sangat luas di masyarakat. Tapi kenapa sulit sekali untuk menegakkan hukum anti korupsi di negeri ini?

Beberapa waktu lalu Komisi Pemilihan Umum telah mengeluarkan gebrakan yang apik untuk mengurangi kemungkinan korupsi. Apa itu? Ya, KPU membuat peraturan agar politisi mantan koruptor tidak bisa mencalonkan diri menjadi caleg di Pemilu 2019. Lantas apa yang kemudian terjadi?

Dengan lucunya, beberapa partai menyerang KPU sebagai pelanggar hak asasi manusia, yakni hak untuk memilih dan dipilih saat Pemilu.  Ckckckck, demi kekuasaan mereka tanpa malu bicara soal hak. Apakah mereka lupa, ada berapa hak orang lain yang harus musnah gara-gara segelintir tikus rakus yang korupsi? Dan yang korupsi berkali-kali nggak kenal kapok juga banyak, loh. Sudah dipenjara pun masih tetap mau mencuri.

Koruptor ini harus dibagaimanakan ya biar kapok mencuri? Share on X

Dengan segala macam drama yang bergulir menghantam eksistensi peraturan KPU, akhirnya partai politik tetap dibebaskan mengusung caleg eks koruptor. Sekarang sudah ada daftar 49 nama caleg eks koruptor yang terpampang nyata tanpa fatamorgana. Para warga harus waspada nih, biar nggak rugi dua kali. Hehehe.

Eiitt, tapi tunggu dulu. Dari nama-nama tersebut, ternyata masih ada loh satu nama caleg dari PDIP. Hmmm, ku kira partai ini sudah tobat. Soalnya kemarin terlihat mendukung sekali upaya KPU mencegah koruptor nyaleg. Sang ketua umum, Megawati bahkan sudah terang-terangan mengusir kadernya yang masih punya niat korupsi. Eh, tapi ini kok ada kader eks koruptornya yang nyangkut jadi caleg? Catat ya namanya, Abner Reinal Jitmau untuk DPRD Provinsi Papua Barat.

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara

Kalau faktanya demikian, berarti ucapan anti korupsi yang dilontarkan PDIP selama ini hanya teknik doublespeak belaka dong? Omongan dengan kenyataan berbeda. Hmmm…

Apalagi, belum lama ini kader PDIP juga ada yang tertangkap korupsi dan merugikan negara sampai Rp 5,8 triliun. Kalau sudah tobat kok bisa-bisanya masih ada yang korup? Mecahin rekor jumlah kerugian negara terbanyak lagi.

Atas munculnya nama mantan koruptor tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku kecolongan. Baik, kalau memang benar kocolongan, aku mau tahu, seberapa tegas PDIP bisa menggugurkan impian Abner menjadi anggota DPRD Papua Barat. Kenapa jadi kandidatnya yang diminta mundur? Bukannya dari awal bisa diseleksi dengan baik? Ya, kalau mau tobat nggak boleh setengah-setengah dong? (F41)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...