HomeCelotehPBB Bermain Dua Kaki?

PBB Bermain Dua Kaki?

Kecil Besar

“Saling bertemu dan menjadi kawan, adalah mudah. Tetapi tetap bersatu dan hidup damai, itulah yang sukar.” ~Konfusius


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]entar lagi udah mau tahun baruan nih, PBB kayaknya masih berada di tengah-tengah gelombang kegalauan ajah. Masih abu-abu gitu, mau ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hehehe

Konon, sikap partai akan ditentukan pada Januari 2019. Tapi dilihat dari manuver politiknya belakang ini, kayaknya sih ketebak ya bakal ke mana. Hayooo, tebakan kita sehati nggak nih? Hehehe.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra ngakunya PBB belum mengambil keputusan sama sekali. Sejauh ini, konon aspirasi di antara para kadernya masih imbang, ada yang minta dukung Prabowo ada yang Jokowi. Dan itu dipandangnya lumrah. Karena partainya demokratis.

Doi pun mempersilakan anggota-anggotanya untuk mendukung Jokowi atau Prabowo. Yang penting tidak membawa lembaga partai, tidak membawa bendera partai.

Sepertinya sulit sekali untuk PBB lolos di DPR. Makannya nggak heran deh kalau mau nyari aman dengan main di dua kaki... Share on X

Terus soal posisinya yang kini sedang menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril menegaskan hal tersebut hanyalah hubungan sebatas profesionalisme belaka. Namun, dia tidak menampik kalau posisinya sebagai lawyer sedikit banyak akan memberikan dampak positif terhadap partai.

Uhuuyy, kayaknya kalau Pak Yusril pribadi arahnya ke petahana ya? Penerawangannya sepertinya lebih cerah. Yaa, kalau ke yang satunya, dulu kan katanya macam beli kucing dalam karung. Ehhh, itu kata Pak Yusril sendiri loh. Hihiihi.

Pada prinsipnya, Yusril mengatakan PBB saat ini bersahabat dengan semua golongan demi kepentingan PBB itu sendiri agar supaya nganu… itu loh, lolos di DPR 2019 mendatang. Makanya PBB membuka peluang untuk bisa berkawan dan bersahabat dengan siapa pun. Nggak ada lawan dan musuh, semuanya teman selama itu membawa manfaat untuk PPB sendiri.

Bagi PBB, perbedaan merupakan hal yang lumrah. DPP PBB sangat menghargai dinamika dan perbedaan pendapat yang terjadi. Ia memastikan, perbedaan itu tidak akan membuat perpecahan.

Weleh-weleh, kalau begitu kok jadi kelihatan PBB main di dua kaki ya? Abis mau semua-semuanya gitu. Kenapa hayo? Saking beratnya persyaratan untuk lolos ke parlemen ya? Makanya strateginya mesti sikat sana sini. Ihiw… (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...